Unduh Aplikasi

RSUD Aceh Tamiang Terlilit Utang Rp 2 Miliar

RSUD Aceh Tamiang Terlilit Utang Rp 2 Miliar
Ilustrasi: jakartalifecare

ACEH TAMIANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang hingga kini masih terlilit utang untuk pembelian obat. Tak tanggung-tanggung utang untuk pengadaan obat-obatan di rumah sakit pemerintah tersebut mencapai Rp 2 miliar lebih.

"Utang di tahun 2016 Rp 1,9 miliar dan tahun 2017 Rp 400 juta yang belum terbayar. Namun utang tersebut sedang dalam proses pembayaran," kata Direktur RSUD Aceh Tamiang, Mustakim, Rabu (31/10).

Kata Mustakim, proses pembayaran utang obat-obatan untuk pihak ketiga yang diambil oleh RSUD Aceh Tamiang saat ini sudah ditangani Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) setempat. Menurut Mustakim, terlilitnya utang pembelian obat-obatan tersebut terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai Direktur RSUD Aceh Tamiang.

"Bagaimana bisa terjadi utang pengadaan obat-obatan hingga mencapai Rp 2 Miliar lebih itu saya tidak tau persis. Karena saat saya dipercayakan menjabat beberapa bulan lalu utang sudah ada," kata Mustakim.

Baca:Direktur RSUD Aceh Tamiang Mengundurkan Diri

Saat ini, kata Mustakim, untuk pengadaan obat-obatan di rumah sakit tidak lagi dibawah naungan direktur, tapi ditangani langsung oleh penunjang medis. Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Aceh Tamiang, Abdullah yang dikonfirmasi wartawan mengatakan tunggakan pembayaran obat-obatan akan dibayar akhir tahun 2018.

"Kemungkinan pada akhir tahun 2018 ini akan dibayar, anggarannya lagi disesuaikan mengingat dalam APBK Perubahan 2018 tidak masuk," kata Abdullah.

Baca juga:Uang Zakat Rp 149 Juta dari RSUD Aceh Tamiang Belum Disetor ke Kas Daerah

Menurut Abdullah, sesuai Permendagri nomor 33 tahun 2017, anggaran pembayaran utang obat-obatan tersebut nantinya akan dikembalikan ke RSUD Aceh Tamiang. "DPKD hanya memproses tunggakan di tahun 2016, sedang tunggakan obat tahun 2017 langsung berada di manajemen rumah sakit,” ungkap Abdullah.

Komentar

Loading...