Insentif PKB - BPKA 2019
Unduh Aplikasi

Romi Tersandung Upeti

Romi Tersandung Upeti
Ilustrasi: video blocks

KOMISI Pemberantasan Korupsi kembali membuat publik terhenyak. Lembaga antirasuah ini menangkap Romahurmuzy, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan. Romi--nama alias Romahurmuziy--atas dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Bersama Romi, KPK menangkap empat orang lain. Di antaranya adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat, pejabat di Kementerian Agama dan pengusaha, di Surabaya. Petugas juga mengamankan sejumlah uang yang mungkin menjadi barang bukti kejahatan itu.

Pagi ini, nasib Romi akan ditentukan. KPK memiliki waktu satu kali 24 jam untuk menentukan nasib seorang yang ditahan dan tertangkap tangan. Di Jakarta, petugas menyegel ruang kerja Menteri Agama.

Jual beli jabatan di Kementerian Agama menjadi rahasia umum. Jalur yang digunakan, biasanya, lewat anggota dewan yang berada di Senayan. Lewat merekalah para pegawai kementerian melobi agar mendapat jabatan basah atau tetap bertahan di jabatan basah, tentu saja dengan menyerahkan “upeti”.

Bagi para pencoleng uang negara, menjadi pejabat di kementerian agama adalah cara menambah pundi-pundi kekayaan. Di sini, dikelola uang haji yang jumlahnya mencapai triliunan setiap tahun. Tak heran jika banyak orang rela mengeluarkan modal untuk bertahan di jabatan basah di lembaga itu.

Romi diduga mempraktikkan hal ini tidak hanya di Jawa Timur. Suap menyuap ini juga diduga dilakukan di banyak provinsi. Nasib Romi juga mirip Suryadarma Ali, bekas ketua umum partai yang sama. Suryadarma ditangkap juga menjelang pemilihan umum. Padahal, banyak orang yang berharap Romi, sebagai politikus muda, mampu membangun kehidupan bernegara yang bebas korupsi seperti yang selama ini dia citrakan.

Penangkapan mengindikasikan bahwa kementerian itu tak sungguh-sungguh berubah. Cap sebagai salah satu lembaga paling korup di Indonesia tak membuat para pejabat di lingkaran kekuasaan di kementerian itu jera dan malu. Jika benar Romi ditangkap atas dugaan suap jabatan, tentu akan banyak pejabat yang bakal terseret-seret dalam urusan ini.

Namun kita harus tetap mengedepankan praduga tak bersalah. Atau minimal menahan diri untuk tidak mengumbar kekesalan, terutama di media sosial, meski marah dan sedih, sampai KPK mengumumkan status Romi dan kawan-kawannya. Walaupun dalam hati kita mengetahui bahwa, saat KPK beraksi, jalan keluar hanya lewat pintu pengadilan.

Khanduri Laot

Komentar

Loading...