Unduh Aplikasi

Ricuh Dipicu Dispenser

Ricuh Dipicu Dispenser
Ilustrasi: firstcry

KERUSUHAN di Rumah Tahanan Kelas II B Sigli, Pidie, reda. Petugas dan narapidana sepakat untuk duduk bersama mengakhiri kericuhan yang berujung pada banyak kerusakan. Kerusakan dan puing juga mulai dibersihkan. Suasana berangsur pulih.

Kericuhan ini dipicu perkara sepele; pengambilan dispenser. Sipir mengambil dispenser mereka di kamar beberapa hari yang lalu. Sejumlah kekesalan akibat fasilitas buruk dan perlakuan tak menyenangkan yang diterima narapida akhirnya pecah.

Kericuhan ini juga dijadikan kesempatan oleh narapidana untuk menuntut sejumlah perbaikan. Selain penerangan, mereka juga meminta petugas yang memicu kericuhan itu dibebastugaskan. Mereka juga meminta penjara mengizinkan mereka untuk menerima kunjungan dari keluarga.

Hal-hal kecil di penjara dan tahanan memang berpotensi menimbulkan masalah. Hal-hal seperti ini juga rentan digunakan oleh bandar narkoba yang menjalani hukuman. Seperti yang terjadi di banyak penjara di Aceh.

Karena itu, penting bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan internal dan eksternal terhadap pengelola penjara. Selama ini, kementerian terkait, lewat tangan-tangan mereka di daerah, cenderung mengabaikan hal-hal ini sehingga penjara menjadi tempat yang tak aman.

Dengan peningkatan pengawasan, diharapkan tidak ada lagi permainan dan ketidakadilan di dalam penjara. Tak ada lagi perbedaan perlakuan terhadap narapidana kere dan kaya. Semua berhak atas fasilitas yang baik, terutama terkait dengan kesehatan mereka.

Kementerian terkait juga harusnya memberikan perhatian terhadap disiplin para sipir. Sebagai pengawas di penjara, mereka tidak boleh memanfaatkan kewenangan mereka untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Banyak kasus kerusuhan yang seharusnya jadi pelajaran agar tidak terulang lagi dalam penjara. Hendaknya, kejadian di Pidie ini tak lagi terulang di penjara lain di Aceh.

Komentar

Loading...