Unduh Aplikasi

Ribuan Warga Lhokseumawe Larut dalam Zikir, Isak Tangis “Menggema”

Ribuan Warga Lhokseumawe Larut dalam Zikir, Isak Tangis “Menggema”
Zikir akbar di Gampong Kuta Blang, Kota Lhokseumawe. Foto: Sarina

LHOKSEUMAWE – Memakai mukena putih, wanita-wanita muda dan paruh baya itu keluar dari rumahnya, mereka melangkah menuju sebuah tenda yang sudah didirikan serta dipersiapkan sejak siang hari. Disana, terlihat juga pemuda dan laki-laki paruh baya menggunakan peci terduduk di bawah tenda yang dilentangkan di lapangan Gampong Kuta Blang, Kota Lhokseumawe.

Dibekali dua lembar kertas bertuliskan doa, salawat dan ayat-ayat Alquran, wanita dan pria itu dengan tertib duduk berjajaran layaknya shaf ketika salat berjamaah. Tidak ada canda tawa di sana, namun sembari menunggu pemandu “Ustaz” mereka mencoba membaca tulisan-tulisan dikertas itu, meski hanya diterangi oleh lampu bercahaya remang-remang.

Kreeek,,, pengeras suara (mic) mulai terdengar, pemandu bernama ustaz Ali Imran, pimpinan Pondok Pesantren An-nahla mulai mengucapkan salam. Iya, bukan untuk bersenandung ataupun bersyiar. Namun, di sana ustaz bersama dua ribu jamaah ingin mendekatkan hati dan meminta ampun kepada Allah. Benar, sebut saja itu “Zikir Akbar”.

Ya Haiyul Ya Kaiyum Laila Ha Ila Anta, mulai terdengar lantunan-lantunan itu dari mulut-mulut wanita yang ingin membersihkan hatinya dan meminta ampun kepada sang Ilahi.

Tidak lama, lampu dimatikan, suasana menjadi kelam dan sunyi, layaknya berada seorang diri di dalam kubur. Di situ, mulai terdengar isak tangis menggema dari wanita dan pria yang duduk di tenga-tengah gelapnya lampu penerang. Di pandu oleh ustaz pemandu. Suara tangisan itu semakin keras terdengar, ketika ustaz menyebutkan kalimat-kalimat sakitnya “Sakaratul Maut” dan anak-anak yang durhaka kepada orangtua.

Tak putus-putus, ada yang mengusap mata dan mukanya, tangisan itu terus terdengar. Sehingga membuat suasana seakan-akan sedang wanita dan pria itu sedang mengalami pada posisi kalimat itu. Iya benar, mereka takut akan siksa, azab dan pedihnya “Sakaratul Maut”.

Ketua pelaksana kegiatan, Teungku Muzakir Walad mengatakan, zikir akbar itu dilaksanakan bertujuan untuk memohon ampun kepada Allah, supaya kampung, negara dan daerah Aceh dijauhkan dari marabahaya dan selalu dalam lindungan sang Khaliq.

“Dalam kesempatan ini, kami juga mendoakan saudara-saudara Islam di Palu, Dongggala, Sulewesi Tengah, agar diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah,” katanya kepada AJNN, Rabu (4/10) malam.

Teungku Muzakir Walad berharap, zikir tersebut, dapat menjadikan daereh khususnya gampong Kuta Blang menjadi lebih baik, jauh dari narkoba dan menjadi gampong yang selalu mengutamakan syariat islam.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...