Unduh Aplikasi

Ribuan Ikan Mati di Krueng Geutah, Diduga Tercemar Limbah PT Socfindo

Ribuan Ikan Mati di Krueng Geutah, Diduga Tercemar Limbah PT Socfindo
Warga memperlihatkan ikan yang mati dan sampel air Krueng Geutah yang diduga tercemar limbah PT Socfindo. Photo: AJNN.Net/Darmansyah.

ACEH BARAT - Ribuan ikan di Krueng Geutah yang melintasi 8 Gampong di Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, diduga tercemar limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Milik PT Scofindo. Pencemaran juga mengakibatkan warga yang mandi di aliran Krueng Geutah mengeluhkan gatal-gatal di kulit.

"Warga yang mandi disini gatal-gatal, ikan mati, terus air berwarna keruh hitam dan berbau," kata Keuchik Alue Bateung Broek, Muslim, kepada wartawan, Sabtu, (29/12/2018).

Menurut Muslim dampak yang diduga akibat pencemaran limbah dari Pabrik Kelapa Sawit tersebut mulai dirasakan warga Simpang Deli Kampung sejak Jumat pagi sekira pukul 09.00 WIB.

Selain Gampong Alue Bateung Broek, dampak tersebut juga dirasakan warga yang dilintasi aliran Krueng Geutah yakni Gampong Ladang Baroe, Suka Ramai, Simpang Deli Kilang, Simpang Deli Kampoeng, Puloe Ie, dan Puloe Teungoh.

"Pencemaran terjadi setiap akhir tahun karena limbah dari tempat penampungan perusahaan dialiri kesungai yang berada dipemukiman Seuneuam," kata Muslim.

Sementara itu Kepala Pabrik PT Scofindo Seumayam, Ferdinand Munthe yang dimintai tanggapan terkait penyebab pencemaran yang diduga berasal dari limbah PT Socfindo enggan enggan berkomentar banyak. Ferdinan mengaku pihaknya akan mengambil sampel air untuk diteliti di laboraturium guna memastikan penyebab pasti kematian ikan dan rasa gatal yang dikeluhkan warga.

“Saya belum bisa memastikan pak, untuk itu saya akan pastikan apakah ada kebocoran pada kolam penampungan limbah milik kita. Dan kita juga sudah mengambil sample air untuk kita uji di laboratorium kita,” kata Ferdinand Munthe.

Namun kata Ferdinand pencemaran yang diduga akibat limbah PT Socfindo bisa saja terjadi karena tempat penampungan limbah tergerus air yang kerap turun dalam beberapa bulan terakhir, sehingga limbah PKS mengalir ke Krueng Geutah. Ferdinan membantah jika kondisi tersebut terjadi setiap tahun karena mengaku tidak pernah menerima laporan warga.

" Kami tidak pernah mendapat laporan masyarakat di sekitar DAS ini seperti disampaikan pak Ibrahim (Anggota Komisi D DPRK Nagan Raya)," kata Ferdinan.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...