Unduh Aplikasi

Respon Tragedi Pemilu 2019, PB HMI Intruksikan Pengurus Se-Indonesi Gelar Aksi Damai

Respon Tragedi Pemilu 2019, PB HMI Intruksikan Pengurus Se-Indonesi Gelar Aksi Damai
Ilustrasi. Foto: Antara

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mengintruksikan pengurus cabang serta Badan Koordinasi Daerah (BADKO) HMI Se Indonesia untuk melakukan aksi damai pasaca Pemilu 2019, dan merespon atas tindakan represif pihak keamanan yang berujung pada tragedi kemanusiaan.

Dalam surat PB HMI bernomor 491/A/Sek/09/1440 H, tertanggal 25 Mei 2019 yang ditujukan kepada Ketua Umum cabang dan Badko HMI Se-Indonesia itu sebagai bentuk merespon kondisi kebangsaan pasca pemilu dan melihat banyaknya korban berjatuhan baik dari petugas pemilu maupun dari masa aksi pada 21-22 Mei 2019 lalu.

Ketua Umum Badko HMI Aceh, Abdul Razak membenarkan perihal intruksi PB HMI tersebut untuk melaksanakan aksi damai pasca Pemilu 2019 di daerah masing-masing.

"Benar," kata Razak saat dikonfirmasi AJNN, Minggu (26/5).

Surat PB HMI

Lalu, untuk rencana kegiatan tersebut pihaknya bakal mendiskusikannya terlebih dahulu. "Kita sedang lihat dulu," tuturnya.

Berdasarkan surat yang ditandatangani oleh PJ Ketua Umum PB HMI Arya Kharisma Hardy dan Sekretaris Jendral Taufan Ikhsan Tuarita itu, turut dilampirkan beberapa sikap HMI pasca pemilu 2019.

Diantaranya, PB HMI menuntut pencopotan jabatan Tito Karnavian sebagai Kapolri atas pertanggungjawaban tragedi kemanusiaan pada aksi tanggal 21-22 Mei lalu.

Kemudian, mendesak pemerintah untuk mencabut dan bertanggungjawab atas kerugian dari kebijakan pembatasan media sosial yang cacat prosedural maupun substansinya. Serta, meminta aparat kepolisian agar tidak melakukan tindakan yang represif terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasinya.

Komentar

Loading...