Unduh Aplikasi

Relawan Minta Kejelasan Terkait Deportasi Imigran Rohingya di Bireun

Relawan Minta Kejelasan Terkait Deportasi Imigran Rohingya di Bireun
Imigran Rohingya tinggal di tenda. Foto: Ist

BIREUEN - Sebanyak 79 jiwa imigran asal Myanmar Etnis Rohingya sudah enam bulan di tampung di komplek Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Cot Gapu, Kabupaten Bireuen. Sementara itu, relawan yang mengurus imigran di SKB itu meminta kejelasan terkait relokasi puluhan jiwa imigran tersebut ke Kota Langsa.

“Disini kami sebagai relawan hanya meminta kejelasan terkait rencana relokasi puluhan jiwa imigran Etnis Rohinya itu ke Kota Langsa, apakah jadi atau tidak,” kata Koordinator relawan, Zulfikar kepada AJNN, Rabu (10/10).

Zulfikar menambahkan terkait kendala mereka untuk mengurus imigran Rohingya tersebut sejauh ini belum ada, apalagi jika memang imigran tersebut tidak jadi direlokasi, mereka pribadi masih sanggup untuk membantu dan menolongnya.

“Jika memang tidak jadi dipindah kami bisa tahu rencana kegiatan ke depannya, cuma dalam hal ini kami meminta kejelasan, sehingga tidak terkatung-katung seperti ini,” ungkapnya.

Baca: Imigran Rohingya Tak Kunjung Direlokasi, Pemkab Bireuen: Kami Angkat Tangan

Apalagi, sejak sebulan terakhir Imigran Rohingya tersebut dipindahkan ke tenda darurat. Pasalnya, gedung SKB dalam proses renovasi karena akan digunanakan dan dipakai oleh Pemkab Bireuen untuk melaksanakan kegiatan.

“Mereka (Rohingya) tidur dan tinggal di tenda darurat. Cuma selama ini lagi musim hujan, jadi agak terganggu, apalagi tendanya kemarin sempat bocor, tetapi sudah kami perbaiki,” ungkapnya.

Yang menjadi kendala saat ini adalah dari segi lauk, untuk lauk makanan puluhan Imigran Rohingya tersebut sekarang sudah kosong dan tidak memiliki stok lagi.

“Kalau kendalanya hanya dari segi lauk saja saat ini, karena stok di gudang sudah kosong,” pungkasnya.

Komentar

Loading...