Unduh Aplikasi

KASUS KORUPSI BANTUAN TERNAK

Rekanan Mangkir dari Panggilan Polisi

Rekanan Mangkir dari Panggilan Polisi
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE- Rekanan Perusahaan Bireuen Vision berinisial E mangkir dari panggilan polisi, dia dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi bantuan ternak sapi yang dianggarkan tahun 2014 di Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian (DKPP) Lhokseumawe.

Hal itu diungkapkan Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe Iptu Riski Andrean kepada AJNN, Senin ( 24/9), diruang kerjanya.

Dirinya mengatakan pihak sudah mengeluarkan SPDP ke salah satu rekanan terbesar dalam kasus korupsi bantuan ternak 2014 senilai Rp14 miliar lebih, pada Kamis lalu.

Namun begitu sebutnya, sang rekanan berinisial E yang berasal dari Kabupaten Bireuen itu ternyata untuk panggilan pertama tidak dapat memenuhi panggilan polisi dengan alasan sedang ada acara keluarga.

“Kita memberi tenggang waktu hingga Selasa (hari ini), agar sang rekanan itu dapat memenuhi panggilan kedua kita sebagai saksi,” ujarnya.

Kata Rizki, bila tidak juga hadir memenuhi panggilan kedua, bahkan bila dinilai tidak kooperatif maka pihak polisi akan memanggil rekanan secara paksa agar dapat dimintai keterangannya sebagai saksi.

Kasat menjelaskan dalam kasus korupsi bantuan ternak itu, terdapat 138 perusahaan yang ikut dalam rangkaian pembagian ternak bantuan kepada kelompok masyarakat.

Ironisnya, bantuan itu disalurkan kepada kelompok masyarakat dalam jumlah yang tidak sesuai. Bahkan ada pula masyarakat yang sama sekali tidak tahu atau tidak pernah menikmati sepersen pun bantuan meski namanya terdata sebagai penerima bantuan.

“Ada data temuan baru diantaranya seperti muncul nama-nama anggota dewan DPRK Kota Lhokseumawe yang ikut terlibat mengelola jatah anggaran dengan istilah hak aspirasi dewan,” pungkasnya.

Pemberitahuan Mulai Tender/Seleksi Sekda Aceh

Komentar

Loading...