Unduh Aplikasi

Raja dan Ratu Baca Tahun 2018 Belum Diberangkatkan Umrah

Raja dan Ratu Baca Tahun 2018 Belum Diberangkatkan Umrah
Foto: Instagram

BANDA ACEH - Fahrur Razi dan Rani Salsabila Efendi tepilih sebagai Raja dan Ratu Baca tahun 2018 setelah melalui serangkain seleksi yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh pada Agustus 2018 lalu.

Pengumuman Raja dan Ratu Baca diumumkan pada Hari Kunjungan Pustaka tanggal 14 September 2018. Pemenang Raja dan Ratu Baca berhak mendapatkan hadiah Umrah dari Dinas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

Namun hingga kini Fahrur Razi dan Rani Salsabila tak kunjung diberangkatkan ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umrah sebagaimana janji panitia.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh AJNN, hadiah pemilihan Raja dan Ratu Baca 2018 telah dicairkan oleh bendahara pengeluaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh pada tanggal 3 Desember 2018.

Kwitansi pencairan ditandatangani Tgk Kemalahayati sebagai PPTK Bidang Layanan Perpustakaan, Didi Setiadi sebagai Kuasa Pengguna Anggaran dan Saiful Faisal sebagai Bendahara Pengeluaran.

Kwitansi pencairan

Dalam dokumen lain dirincikan, total hadiah Rp 80 juta diperuntukkan kepada Raja dan Ratu Baca masing-masing Rp 35 juta (temasuk Umrah) dan pemenang favorit I dan II masing-masing Rp 5 juta.

Bendahara pengeluaran, Saiful Faisal yang dihubungi AJNN membenarkan anggran itu sudah dicairkan dan kegiatan pemilihan Raja dan Ratu Baca sudah selesai dilaksanakan.

"Kalau soal Umrah itu saya tidak tahu," katanya.

Daftar hadiah pemilihan Raja dan Ratu Baca

Rani Salsabila Efendi yang dihubungi AJNN via pesan WhatsApp mengatakan mereka akan diberangkatkan umrah pada 26 Januari mendatang.

"Salah kalau informasinya tidak diberangkatkan, Insyaallah tanggal 26 Januari ini berangkat dan segala persiapan sudah diurus," katanya.

Kata dia, kepastian umrah tanggal 26 Januari disampaikan panitia pada Awal Desember 2018.

Sementara itu, AJNN belum mendapat konfirmasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh ikhwal pelaksanaan Umrah Raja dan Ratu Baca dilakukan pada tahun anggaran berbeda, dimana kegiatan tersebut menggunakan anggaran 2018 dan pelaksanaannya tahun 2019.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Wildan yang dihubungi AJNN belum memberikan tanggapan, pesan WhatsApp yang dikirim juga tak kunjung dibalas. Begitupun dengan Kuasa Pengguna Anggaran Didi Setiadi, beberapa kali dihubungi AJNN via selulernya tidak dijawab.

Pemberitahuan Mulai Tender/Seleksi Sekda Aceh

Komentar

Loading...