Unduh Aplikasi

KASUS PROYEK IPAL RSU MEURAXA

PT ZA Alihkan Pekerjaan Utama kepada PT RHI Senilai Rp 2,4 Miliar

PT ZA Alihkan Pekerjaan Utama kepada PT RHI Senilai Rp 2,4 Miliar
Foto: Ist

BANDA ACEH - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Aceh menemukan adanya kelebihan pembayaran atas perkerjaan pembangunan IPAL pada Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh tahun 2017.

Pekerjaan itu dilaksanakan PT ZA dengan kontrak nomor 027/Kontrak/062/2017 tanggal 26 September 2017 atas pekerjaan Pengadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah, sebesar Rp 4,583 miliar melalui APBK Kota Banda Aceh tahun anggaran 2017.

Baca: Selain Lebih Bayar, Proyek IPAL RSU Meuraxa Disubkontrakkan Tanpa Persetujuan PPTK

Berikut merupakan rincian RAB pekerjaan IPAL tersebut, pekerjaan persiapan Rp 70 juta, pekerjaan tanah dan pondasi Rp 19 juta, pekerjaan beton bertulang Rp 287 juta, pekerjaan pasangan dan plesteran Rp 28 juta, pekerjaan lantai Rp 18 juta, pekerjaan atap dan plafond Rp 44 juta, pekerjaan pintu, jendela dan kunci Rp 6 juta, pekerjaan pengecetan Rp 10 juta, pekerjaan instalasi listrik Rp 1,2 juta dan pekerjaan instalasi IPAL Rp 3,256 miliar.

Dokumen kontrak pembangunan limbah Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh

Kemudian, untuk pekerjaan saluran (SPAL), rinciannya adalah pekerjaan persiapan Rp 73 juta, pekerjan bak penampungan (2 unit) Rp 61 juta, pekerjaan bak kontrol (2 unit) Rp 26 juta, pekerjaan Bio Septic Tank Rp 232 juta, pekerjaan grease trap gedung gizi Rp 13 juta, dan pekerjaan soap trap gedung laundry Rp 15 juta. Keseluruhan anggarannya sebesar 4,166 miliar ditambah dengan pajak Rp 416 juta (PPN 10 persen), dengan demikian total anggarannya adalah Rp 4,583 miliar.

Baca: Kasus Proyek IPAL RSU Meuraxa, Riad Horem: Mengalihkan Pekerjaan Dilarang

PT ZA selaku pemenang kontrak pekerjaan pembangunan Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh, diketahui mensubkontrakkan item pekerjaan utama kepada PT RHI selaku subkontraktor.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh AJNN, kontrak subkon tersebut dituangkan dalam kontrak kerjasama nomor 001/SPK-IPAL/RHI/IX/2017 tanggal 14 September 2017, antara Mahlizar selaku Direktur PT ZA dan Indra Saputra selaku Direktur PT RHI. Pada pasal 2 isi kontrak kerjasama dimaksud nilai kontrak pekerjaan itu sebesar Rp 2,4 miliar.

RAB pekerjaan IPAL

Selain itu, proses subkontrak yang dilakukan antara PT ZA dan PT RHI itu tanpa sepengetahuan Pengguna Anggaran (PA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), sehingga tidak memperoleh izin secara tertulis dari pejabat berwenang.

Baca: Dikonfirmasi Soal Proyek IPAL di RSUD Meuraxa, Kontraktor dan Subkon Kompak Bungkam

Sementara berdasarkan pemeriksaan dokumen pelelangan yang dilakukan BPK, diketahui bahwa dalam Lembar Daftar Pemilihan( LDP) tidak terdapat daftar pekerjaan yang dapat dialihkan. PT ZA tidak mencantumkan daftar pekerjaan yang akan dialihkan dalam dokumen penawaran.

Kontrak subkon pekerjaan IPAL

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK, diketahui pekerjaan yang disubkonkan tersebut nilainya sebesar Rp Rp 2,930 miliar. Saat itu BPK menyatakan bahwa telah terjadi kelebihan bayar yang dilakukan pihak RSUD Meuraxa kepada PT ZA, sebesar Rp 326 juta.

Bahkan, atas kelebihan bayar tersebut Diretur RSUD Meuraxa mengakui terkait temuan BKP tersebut. Direktur juga menyatakan PT ZA telah menyetor kelebihan bayar tersebut ke kas daerah.

Komentar

Loading...