Unduh Aplikasi

PT PAG Serahkan Sepenuhnya Kasus Penyeludupan ke Polisi

PT PAG Serahkan Sepenuhnya Kasus Penyeludupan ke Polisi
Truk pertamina yang mengangkut 16 ton BBM Bio Solar bersubsidi yang diduga akan diseludupkan diamankan di Mapolres Lhoksumawe, Rabu (10/10). Foto:(AJNN/Safrizal)

LHOKSUMAWE- PT Perta Arun Gas (PAG) menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian terkait diamankannya 16 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar bersubsidi oleh Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Lhokseumawe, Rabu (10/10) yang diduga melibatkan oknum karyawan PT PAG dan seorang pengusaha minyak Lhokseumawe.

"Kita menghormati dan menyerahkan proses hukum kasus tersebut sepenuhnya kepada pihak kepolisian, karena hingga saat ini polisi masih pada tahapan proses penyelidikan," kata Staf Humas PT Perta Arun Gas, Cut Zarfa kepada AJNN, Kamis (11/10).

Baca: Polisi Gagalkan Penyelundupan 16 Ton Bio Solar Subsidi

Cut Zarfa menyebutkan, sejauh ini pihak PT PAG sendiri belum bisa berkomentar banyak terkait dugaan adanya permainan dan penyelundupan 16 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar Subsidi yang diperuntukkan Depot Pertamina Lhokseumawe untuk perusahaan PT Perta Arun Gas (PAG), yang diduga ada keterlibatan oknum orang dalam PT PAG yang sebelumnya diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe.

"Di sini perlu kita luruskan sedikit, bahwa BBM solar yang dibeli oleh perusahaan PAG adalah jenis BBM solar Industri, bukan jenis BBM solar bersubsidi, seperti informasi yang berkembang," jelas Cut Zarfa.

Jadi, kata Cut Zarfa, dalam hal ini PAG sendiri masih menunggu ketetapan hukum tetap, baru mengambil kesimpulan serta keputusan.

" Pastinya, perusahaan akan menindak tegas terhadap oknum pegawai yang melakukan kecurangan sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku di perusahaan PAG," terangnya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Iptu Rizkian Andrean mengatakan, kasus itu melibatkan seorang oknum orang dalam PT PAG dengan inisial Nas.

"Oknum karyawan PAG Nas, bertindak sebagai penerima barang serta ikut menandatangani surat berita acara serah terima barang dari Naz, selaku sopir truk yang mengangkut 16 Ton BBM subsidi yang diperuntukkan Pertamina bagi PT PAG," jelasnya.

Tambahnya, setelah modus bukti serah terima barang ditanda tangani oleh Nas, selanjutnya sang sopir Naz, kembali membawa keluar BBM 16 Ton tersebut untuk dipasok kepada penampung dikawasan Desa Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.


Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe menggagalkan upaya penyelundupan 16 Ton bahan bakar minyak jenis Bio Solar, Rabu (10/10). Bio Solar bersubsidi tersebut sediannya akan disalurkan Pertamina untuk PT. Perta Arun Gas (PAG) Lhokseumawe.

“Kita amankan dari sebuah SPBU mini milik pengusaha dikawasan pesisir Pusong, yang izin usahanya untuk memasok BBM bagi nelayan,” kata Kasat Reskrim Polres Lhoksumawe, Iptu Rizkian Andrean kepada AJNN, Rabu (10/10) sore.

Upaya penyeludupan kata Rizkian melibatkan oknum perusahaan PT PAG dan seorang pengusaha minyak. Dalam pemeriksaan, Naz (43) salah seorang sopir mengaku hanya ditugasi mengambil BBM jenis Bio solar subsidi di Depo PT. Pertamina Lhokseumawe menggunakan truk tangki Pertamina yang telah mengantongi Delivery Order (DO).

Komentar

Loading...