Hasanudin
Unduh Aplikasi

Proyek Rp 221 Miliar di BPKS Tender Ulang, Perusahaan BUMN Ikut Gugur

Proyek Rp 221 Miliar di BPKS Tender Ulang, Perusahaan BUMN Ikut Gugur
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) terpaksa melakukan pelelangan ulang Pembangunan dan Revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang (MYC 2017-2019) dengan anggaran Rp 221 miliar.

Hal itu sesuai dengan berita acara pelelangan gagal nomor 01/BAPG/PKVI-ULP-BPKS/2017, yang dikeluarkan pada 12 Desember 2017. Dimana, Kelompok Kerja Kontruksi dan Pengadaan Jasa lainnya VI Unit Layanan Pengadaan BPKS tahun anggaran 2017 telah mengevaluasi administrasi perusahaan yang sudah mengikuti lelang pekerjaan Pembangunan dan Revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang (MYC 2017-2019), dengan nilai total HPS Rp 221 miliar dengan metode evaluasi sistem gugur.

Baca: Proyek Rp 221 Miliar di BPKS Mulai Ditender

Adapun perusahaan yang dievaluasi admistrasi antara lain PT Nindya Karya (Persero), PT Cemerlang Samudra Kontrindo, PT Hutama Karya (Persero) dan PT Pembangunan Perumahan (Persero). Dan dari hasil evaluasi telah dinyatakan gugur.

Dalam berita acara itu disebutkan evaluasi penawaran dimulai dari koreksi aritmatik kemudian dilanjutkan dengan proses evaluasi persyaratan administrasi, teknis dan kewajaran harga terhadap penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang tidak lulus penilaian setip tahapan dinyatakan gugur.

Baca: Tender di BPKS, Ada Pihak Klaim Dapat Dukungan Irwandi Yusuf

Karena tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran pada tahap evaluasi penilaian persyaratan administrasi, maka evaluasi tidak dilanjutkan ke tahap evaluasi teknis dan kewajaran harga, sehingga proses pelelangan dinyatakan gagal disebabkan tidak adanya penawaran yang lulus evaluasi. Sehingga pokja selanjutnya akan segera melakukan pengumuman kembali paket tersebut (Ielang ulang).

Sementara itu, Kepala BPKS Fauzi Husein ketika dikonfirmasi AJNN menjelaskan kalau proses tender tersebut masih di wilayah Pokja dan PPK terkait. Namun info yang diterima secara umum, masing-masing penyedia (perusahaan) tidak dapat memenuhi dengan lengkap persyaratan yang diminta.

Baca: GeRAK Surati KPK Terkait Tender Proyek di BPKS

"Artinya masing-masing penyedia tidak mengupload beberapa item yang diminta. Sistem lelang ada yang sistem gugur," kata Fauzi Husein, Kamis (14/12).

Adi Maros
Gratis Bea Balik Nama Non BL - SAMSAT Aceh
Gayo Alas Mountain Int Fest 2018

Komentar

Loading...