Unduh Aplikasi

Prof Olle: KPA dan SIRA sempat jadi penghalang perdamaian

Prof Olle: KPA dan SIRA sempat jadi penghalang perdamaian
Bedah buku di Stone Cafe, Foto: Garay Ajnn.Net
BANDA ACEH– Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) ditenggarai sebagai blok penghalang perdamaian Aceh pada awal pemerintahan lalu.

Hal ini sebagaimana disampaikan Penulis buku "Peran Demokrasi Bagi Perdamaian dan Rekonstruksi", Prof. Olle Tornquist dalam bedah bukunya hari ini di Stone Coffe yang digelar oleh Katahati Institute.

Blok penghalang yang dimaksud menurutnya, KPA dan SIRA tidak melakukan demokrasi yang progresif. "Harusnya ketika kita sudah duduk di atas kekuasaan haruslah memberikan peran yang aktif dan jelas," kata Olle dihadapan puluhan peserta bedah buku.

Olle telah menulis berbagai karya tentang politik dan demokrasi. Ia pernah menjabat sebagai direktur akademik dari pelaksanaan survey domokrasi di Indonesia.

Olle mengatakan “proses perdamaian MoU Helsinki lebih unik dari pada proses perdamaian lainnya, secara umum prosesnya sangat unik sampai tahun 2009. Unik karna Mou itu memiliki power sering, yang memberikan peluang demokrasi menuju jalannya.

Tambahnya, dibandingkan perjanjian yang lain perjanjian ini lebih radikal dari perjanjian lain seperti yang ia ketahui. Memberikan adanya partai politik lokal bahkan lebih dari satu, serta memberikan peluang bagi calon independen. Batas waktu ini hanya di atur dalam UUPA. Ia juga membandingkan proses perdamaian di Maluku dan Poso yang jauh berbeda dengan aceh.

“Sebenarnya masih banyak yang bisa kita diskusikan, tentunya aceh tidak sama dengan daerah-daerah lain di Indonesia," jelasnya.

Seharusnya kata dia pemerintahan harus populis, contoh yang ada di Indonesia seperti Jokowi Gubernur DKI Jakarta. Yaitu memberikan pemahaman-pemahaman dan peran lebih jelas kepada masyarakat.

"Inilah yang disebut politik transpormasi sehingga memberikan perubahan dalam masyarakat," ujarnya.
Intinya kata dia, pemerintah harus mengatasi provokasi dan transformasi tersebut.

Ia juga menambahkan ada banyak hal dalam MoU Helsinki yang menjadi alasan kita untuk lebih baik lagi, tentunya kata dia harus dilakukan oleh orang aceh itu sendiri.

| AHMAD IRAWAN

Komentar

Loading...