Unduh Aplikasi

Polres Aceh Barat Tangkap Sindikat Pemburu Satwa Dilindungi

Polres Aceh Barat Tangkap Sindikat Pemburu Satwa Dilindungi
Seekor beruang madu dalam kerangkeng milik BKSDA yang diamankan bersama lima tersangka. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Kepolisian resor (Polres) Aceh Barat mengamankan seekor beruang madu, yang hendak dijual keluar Aceh. Tak hanya itu, petugas juga menangkap lima orang yang diduga merupakan pelaku pemburu beruang madu tersebut.

Kepala Polres Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Prakasa, SIK melalui Kepala Reserse dan Kriminal (satreskrim) Inspektur Polisi Satu M Isral mengatakan beruang madu tersebut diamankan di Desa Leuhan, Kecamatan Kaway XVI kabupaten setempat, Sabtu (13/4).

“Beruang madu ini kami amankan di Desa Leuhan, bersama dengan tiga tersangka di salah satu kedai," kata Kasatreskrim, Senin (15/4).

Adapun tiga tersangka yang diamankan saat itu, yakni Juf (43), Bar (45) dan Id, ((40) ketiganya tercatat merupakan warga Desa Leuhan.

Dari hasil pengembangan, petugas kembali mengamankan dua tersangka lainnya yakni MD (44), juga merupakan warga Desa Leuhan serta I (42), yang merupakan warga Desa Buket Meugajah, Kecamatan Woyla.

Ia mengungkapkan MD dan I diamankan, Minggu (14/4) sekira pukul 07.15 WIB, di Desa Buket Meugajah. Dari tangan kedua tersangka, petugas mengamankan barang bukti uang senilai Rp 2,4 juta.

Dari pengakuan kelima tersangka, mereka menjalani bisnis jual beli hewan dilindungi tersebut baru kali ini. Informasi yang diperoleh, satwa yang dilindungi tersebut akan dijual senilai Rp 15 juta, dan akan ditampung oleh seorang warga Sumatera Utara.

“Nama penampungnya juga sudah kamk kantongi, penampung selama ini merupakan pemburu hama babi,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, kelima tersangka dikenakan pasal 40 ayat 1 Undang-Undangn Nomor 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Dan Ekosisitem, dengan ancaman pidana selama lima tahun dan denda senilai 100 juta rupiah.

"Untuk beruang madu ini akan kami diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Resorce wilayah XIII, BKSDA Aceh Barat, Zulkarnaen, mengatakan hewan tersebut akan diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan dari Balai BKSDA Provinsi Aceh.

Jika nantinya kondisi hewan tersebut sehat, pihaknya akan melepas kembali kehabitatnya, dengan melihat daerah yang jauh dari pemukiman penduduk.

“Kalau kondisi tidak memungkinkan nanti akan dibawa ke balai dan dirawat disana tersebih dahulu,” ungkap Zulkarnaen.

Komentar

Loading...