Polres Abdya Tahan Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Benih Kedelai

·
Polres Abdya Tahan Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Benih Kedelai
ACEH BARAT DAYA - Kepolisian Resor Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menahan dua tersangka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi pengadaan benih kedelai fiktif senilai Rp 6 miliar lebih dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2011.

Kapolres Abdya AKBP Hairajadi SH didampingi Waka Polres Kompol Wahyudi Sabhara dan Kasat Reskrim Abdya AKP Misyanto SE dalam konferesi pers yang digelar di Aula Mapolres setempat Jumat (18/3) mengatakan kedua tersangka yang ditahan adalah Kepala PT Pertani (Persero) Cabang Pemasaran Aceh Budijono bin Siman Madikram dan Kasi Proyek Pemerintah PT Pertani (Persero) Sukimin bin Sawito.

“Kepala PT Pertani (Persero) Cabang pemasaran Aceh  Budijono bin Siman Madikram berperan dalam proses pembagian bibit, hanya setengah dari 520 ribu kilogram yang dibagikan, itupun busuk dan setengah lagi tidak dibagikan, sementara Kasi Proyek Pemerintah PT Pertani (Persero) Sukimin bin Sawito membuat pemalsuan berita acara serah terima barang kepada kelompok tani,” ungkap AKBP Hairajadi SH

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil penyelidikan Polres Abdya dan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan Provinsi (BPKP) Perwakilan Aceh Nomor SR-1979/PW01/5/2015 Tanggal 1 September 2015 dengan kerugian negara senilai Rp 6.410.690.000,- (Enam Miliar Empat Ratus Sepuluh Juta Enam Ratus Sepuluh Ribu Rupiah).

“Akibat perbuatan tersangka, negara dirugikan sebesar enam miliar lebih dari dana  APBN tahun 2011 silam,” ungkap Kaporles Abdya Herijadi SH di hadapan sejumlah wartawan.

Ia menambahkan, Direktorat Tanaman Pangan Kementerian Republik Indonesia mengangarkan Rp enam miliar lebih untuk pengadaan benih kedelai, biaya distribusi dan biaya pengelolaan benih kedelai.

“Masing-masing, penyedia benih kedelai sebnyak 520 ribu kilogram, sebesar lima miliar delapan puluh juta enam ratus ribu rupiah, biaya distribusi tiga ratus tiga puluh delapan juta rupiah dan biaya pengelolaan benih kedelai yang tidak dibagikan kepada 282 kelompok tani sebesar Tujuh Ratus Sembilan puluh dua juta sembilan puluh ribu rupiah,” rinci Kapolres.

Lebih lanjut kata Kapolres, PT Pertani hanya mengadakan bibit kedelai sebanyak 285.444 Kg selanjutnya barang tersebut dikirim ke gudang penyimpanan Dinas Pertanian Abdya dan bibit tersebut tidak dapat dimamfaatkan karena membusuk, sementara sisa sebanyak 234.500 Kg tidak diadakan oleh PT Pertani namun dalam laporannya semua benih kedelai itu telah direalisasikan seluruhnya.

Terhadap kedua tersangka melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 dan atau pasal 9 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2011 tentang tidak pidana korupsi.

Komentar

Loading...