Unduh Aplikasi

Polisi Tetapkan Direktur RSUCND Meulaboh Jadi Tersangka

Polisi Tetapkan Direktur RSUCND Meulaboh Jadi Tersangka
Direktur RSUCND Meulaboh dr Furqansyahsaat mejalani pemeriksaan di Mapolres setempat. Foto: Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat menetapkan Direktur Rumah Sakit umum Cut Nyak Dhien (RSU CND) Meulaboh, dr. Furqansyah sebagai tersangka atas kasus dugaan pencemaran limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) milik rumah sakit tersebut.

Selain Dr.Furqan, polisi juga menetapkan pemilik Rumah Sakit Swasta (RSS) Montela, Syarifah Meri Mirna sebagai tersangka. Penetapan keduanya sebagai tersangka dalam pemeriksaan terhadap keduanya di ruang unit Tipiter, polres setempat, Kamis (11/10).

Baca: Polisi Gagal Periksa Dua Direktur Rumah Sakit di Aceh Barat

Kepala Polres Aceh Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalui Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim, Inspektur Polisi Dua P Panggabean mengatakan penetapan tersangka terhadap direktur RSU CND Meulaboh, dan pemilik RSS Montela karena memiliki alat bukti pemulaan yang cukup.

“Mereka ditatapkan sebagai tersangka setelah kami memiliki alat permulaan yang cukup atas kasus dugaan pencemaran limbah, berdasarkan bukti lapangan dan juga pemeriksaan para saksi terutama saksi ahli,” kata Pak Gabe---sapaan akrab P Panggabean.

Baca: Polisi Segel Tiga Bangunan Penyimpanan Limbah Rumah Sakit di Aceh Barat

Selain itu, kata P Panggabean, keduanya selama ini merupakan penanggungjawab di dua rumah sakit tersebut, sehingga setiap manajemen dan tindakan di rumah sakit menjadi tanggungjawab mereka selaku pimpinan.

Menurutnya kedua tersangka tersebut dijerat dengan pasal Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan , melanggar pasal 59 jounto 102 dan/atau pasal 59 jounto pasal 103 dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara atau denda sebesar paling banyak 3 miliar.

Komentar

Loading...