Unduh Aplikasi

KASUS PENCURIAN KALUN

Polisi Kesulitan Ungkap Alat Bukti Bakso Mengandung Racun

Polisi Kesulitan Ungkap Alat Bukti Bakso Mengandung Racun
Kapolsek Kuta Alam sedang memperlihatkan alat bukti pencurian kalung emas

BANDA ACEH - Polisi kesulitan mengumpulkan alat bukti terkait kasus dugaan percobaan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di di Gampong Mulia, Banda Aceh dengan modus diduga meracuni korban lewat makanan bakso.

Kasus ini terjadi pada Kamis 9 September 2018 lalu, dimana seorang perempuan berinisial M Lueng Bata terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian, karena aksinya yang diduga meracuni temannya sendiri untuk mencuri kalung emas milik korban, Erawati (36).

Baca: Diduga Diracuni, Kalung Erawati Sempat Dicuri Teman Sendiri

Sebelumnya, korban mengalami mual, pusing hingga muntah setelah makan bakso bersama pelaku. Korban sendiri menduga bahwa dalam bakso yang dimakannya tersebut telah dicampur racun oleh temannya itu yang tak lain adalah teman dekatnya sejak SMP.

Kapolsek Kuta Alam Iptu Miftahuda Dhiza Fezuono mengatakan, sejauh ini penyidik telah berupaya mengumpulkan alat bukti berupa sampel yang diduga mengandung racun tersebut di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun salah satu yang menjadi alat bukti yakni mangkok bakso yang diduga mengandung racun itu sudah dicuci oleh suami korban.

“Kita telah mengamankan alat bukti di TKP, namun mangkok kuah bakso yang diduga mengandung racun telah dicuci oleh suami korban. Ada beberapa bukti petunjuk lainya seperti kain muntahan korban juga sudah dicuci sehingga kita kesulitan untuk mengungkap alat bukti yang mengandung racun,” kata Miftahuda Dhiza Fezuono jumpa pers di Mapolsek Kuta Alam, Kamis (10/10).

Kata Dhiza, persoalan ini juga karena pihak korban terlambat melaporkannya kepada Polisi sehingga sebagian alat bukti sudah ada yang hilang.

“Rentang waktunya sudah dua hari setelah kejadian. Kita juga memakluminya, karena suami korban mementingkan keselamatan istrinya dulu,” imbuhnya.

Selain itu, sebut Dhiza, rekam medik dari rumah sakit juga belum keluar, sehingga pihaknya masih terkendala apalagi pelaku tidak kooperatif, keteranganya berubah-ubah.

"Namun kita tetap menyelidiki kasus ini dengan alat bukti dan saksi-saksi yang ada untuk menjerat pelaku dengan pasal pencurian dengan pemberatan,” ujarnya.

Dizha menerangkan, motif pelaku melakukan tindakan ini karena yang bersangkutan terdesak secara ekonomi. Menurut keterangan pelaku sendiri, dia ingin membayar kredit bank.

Kemudian ungkap Dhiza, pelaku ternyata sudah beberapa kali meminta pinjaman uang kepada korban, bahkan meminta korban menggadaikan kalung emas untuk bisa mutupi pelaku.

"Dan pada akhirnya pelaku mengambil kalung emas korban saat korban sudah lemas setelah memakan bakso,” terang Dhiza.

Kini, polisi sudah mengamankan tersangka M beserta barang bukti berupa kalung emas seberat 8 mayam yang diambil dari korban.

"Jadi pelaku M kita jerat dengan pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun,” pungkasnya.

Komentar

Loading...