Unduh Aplikasi

Polisi Gagalkan Penyelundupan 16 Ton Bio Solar Subsidi

Polisi Gagalkan Penyelundupan 16 Ton Bio Solar Subsidi
Truk pertamina yang mengangkut 16 ton BBM Bio Solar bersubsidi yang diduga akan diseludupkan diamankan di Mapolres Lhoksumawe, Rabu (10/10). Foto:(AJNN/Safrizal)

LHOKSUMAWE- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe menggagalkan upaya penyelundupan 16 Ton bahan bakar minyak jenis Bio Solar, Rabu (10/10). Bio Solar bersubsidi tersebut sediannya akan disalurkan Pertamina untuk PT. Perta Arun Gas (PAG) Lhokseumawe.

“Kita amankan dari sebuah SPBU mini milik pengusaha dikawasan pesisir Pusong, yang izin usahanya untuk memasok BBM bagi nelayan,” kata Kasat Reskrim Polres Lhoksumawe, Iptu Rizkian Andrean kepada AJNN, Rabu (10/10) sore.

Upaya penyeludupan kata Rizkian melibatkan oknum perusahaan PT PAG dan seorang pengusaha minyak. Dalam pemeriksaan, Naz (43) salah seorang sopir mengaku hanya ditugasi mengambil BBM jenis Bio solar subsidi di Depo PT. Pertamina Lhokseumawe menggunakan truk tangki Pertamina yang telah mengantongi Delivery Order (DO).

Truk tangki pertamina yang diamankan kepolisian, Rabu (10/10).Foto:Ist.

Minyak ditujukan untuk PT. PAG, Naz dan kernetnya Mus tidak membongkar muatan minyak di perusahaan BUMN, sebagaimana DO dari Depo Pertamina Lhokseumawe.

“Mereka masuk ke perusahaan PAG, hanya formalitas saja, setelah bukti serah terima ditandatangani oknum karyawan PT PAG, minyak tersebut kembali dibawa keluar dan pasok ke salah satu Depot mini milik pengusaha RA, dikawasan Hampong Pusong Lama, Lhokseumawe,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Suvervisor PT. Perta Arun Gas enggan menanggapi upaya penyeludupan BBM jenis solar bersubsidi tersebut. “Maaf, itu bukan tanggung jawab PT PAG, urusan minyak itu kita lepas tangan, langsung saja hubungi PT Pertamina Trans Kontimental, anak perusahan yang disub PAG. Biar jelas, kami tidak bisa berkomentar," kata pria yang enggan namannya diwartakan media ini.

Dia mengaku menyerahkan tindakan tersebut kepada kepolisian untuk melakukan pengusutan. "Kita tunggu saja proses hukum yang masih berlanjut,” jawabnya singkat.

Sementara itu, Manajer Cabang PT Pertamina Trans Kontimental, Budi Prasetyo, mengatakan pihaknya tidak bertanggung jawab terkait penyeludupan tersebut. Budi juga mengaku tidak memiliki kapasitas menjawab persoalan tersebut.

“Bukan tanggung jawab kami, itu urusan PT PAG dan Perniagaan bahan bakar yang lebih bertaggung jawab. Kami juga bukan perusahaan yang di Sub oleh PT PAG. Tugas kami mengelola pelabuhan di PAG, hanya mengatur keluar masuk kapal tengker, itu saja,” jelasnya.

Budi menilai terkait persoalan itu, PT PAG lebih bertanggungjawab karena mengetahui keluar masuk keluar barang dari perusahaan. “Kami hanya terima bersih aja, dan kami juga tidak tahu kapan masuk keluar minyak BBM itu,” pungkasnya.

Hingga Rabu sore satu unit truk tangki pengangkut 16 ton BBM Bio Solar bersubsidi merk Hino dengan nomor polisi B 9411 UO, masih diamankan di Mapolres Lhoksumawe. Selain truk, polisi juga memeriksa tiga tersangka yakni sopir, kernet serta pekerja yang bertugas mengakut BBM masing-masing, Naz (43), Mus (42) dan Kam (27), warga Kecamatan Banda Sakti Lhoksumawe.

 

Komentar

Loading...