Unduh Aplikasi

DUGAAN PENCEMARAN LINGKUNGAN

Polisi Gagal Periksa Dua Direktur Rumah Sakit di Aceh Barat

Polisi Gagal Periksa Dua Direktur Rumah Sakit di Aceh Barat
Polisi menyegel bangunan penyimpanan limbah Rumah Sakit Harapan Sehat. Foto: Darmansyah Muda

ACEH BARAT- Satuan Reserse Dan Kriminal, Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat gagal memeriksa dua direktur dari tiga direktur Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Aceh Barat, terkait dengan dugaan pencemaran lingkungan oleh limbah medis yang mengandung bahan berbahaya, beracun atau B3 di tiga rumah sakit tersebut.

Sebelumnya jajaran Reskrim Polres Aceh Barat, pada Rabu, (10/10) berencana melakukan pemeriksaan terhadap kedua direktur rumah sakit yaitu direktur rumah sakit umum Cut Nyak Dhien Meulaboh, Dr. Furqansyah, dan direktur rumah sakit swasta Harapan Sehat, Dr. Teuku Rahmat Iriansyah, dan padak Kamis, (11/10) pemilik rumah sakit swasta Montela, Syarifah Meri Mirna.

Baca: Pengelolaan Limbah Bermasalah, Polisi Periksa Tiga Direktur Rumah Sakit

Kepala Polres Aceh Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalui Kaur Bin Ops Inspektur Polisi Dua P Panggabean mengatakan gagalnya diperiksa dua direktur itu lantaran keduanya ada halangan sehingga harus dijadwal ulang.

“Mereka batal kita periksa karena keduanya ada halangan. Untuk direktur rumah sakit Cut Nyak Dhien pak Furqan dari konfirmasi yang kita terima sedang ada kegiatan di Sabang, sedangkan Teuku Rahmat sedang ambil program spesialis di Makassar,” kata Gabe—sapaan akrab—P Panggabean, kepada wartawan.

Meski demikian, kata dia, direktur rumah sakit Cut Nyak Dhien berdasarkan jadwal ulang akan dilakukan pemeriksaan esok bersama dengan pemeriksaan terhadap pemilik rumah sakit Montela, Syarifah Meri Mirna.

Sedangkan untuk Direktur rumah sakit Harapan Sehat, kata dia, akan dijadwalkan kembali diatas 14 Oktober mendatang, sesuai dengan konfirmasi waktu keberadaan sang direktur rumah sakit itu kepada pihak kepolisian.

Sebelumnya diberitakan Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat memanggil tiga direktur rumah sakit yang beroperasi di Aceh Barat. Pemanggilan itu untuk dimintai keterangan terkait dengan penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) milik tiga rumah sakit tersebut.

Tiga direktur rumah sakit yang akan dipanggil tersebut yaitu Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh, Dr. Furqansyah, Direktur Rumah Sakit Swasta Harapan Sehat, Dr. Teuku Rahmat Iriansyah dan Pemilik Rumah Sakit Swasta Montela, Syarifah Meri Mirna.

Komentar

Loading...