Unduh Aplikasi

Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku Penembakan Orang Utan di Subulussalam

Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku Penembakan Orang Utan di Subulussalam
Aksi aktivis KPOS mengecam penembakan Orang Utan Sumatera

BANDA ACEH - Dua ekor Orang Utan dievakuasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dari sebuah perkebunan di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh beberapa hari lalu.

Kondisi induk Orang Utan tersebut sangat memprihatinkan, pasalnya didalam tubuh satwa yang dilindungi ini bersarang 74 peluru senapan angin.

Menyikapi peristiwa itu, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Peduli Orangutan Sumatera (KPOS) mengecam, mereka berunjuk rasa di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Jumat (15/3).

Dalam aksi ini, masa mendesak aparat kepolisian mengungkap dan mengadili pelaku penembakan terhadap induk dan anak Orang Utan Sumatera tersebut.

Dalam aksi ini, masa kompak mengenakan topeng wajah Orang Utan sambil memegang atribut aksi berupa spanduk dan karton, berisikan sikap dan protes mereka terhadap pelaku penyiksaan satwa dilindungi tersebut.

Koordinator Aksi, Nuratul Faizah menilai penembakan tersebut dapat mengancam keberadaan Orang Utan Sumatera, apalagi jumlah populasinya saat ini terus berkurang. Karena itu mereka mengecam tindakan penyiksaan itu.

“Kami mendesak penegak hukum agar segera mengusut tuntas siapa pelaku pembunuhan dan penembak Orang Utan bernama HOPE,” desak Nuratul.

Selain itu, masa juga mendesak Polda Aceh untuk ikut turun tangan menertibkan peredaran senapan angin karena dinilai telah bertentangan dengan aturan negara.

“Senapan angin harus ditertibkan, selama ini banyak digunakan untuk menembak satwa dan burung langka,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo yang juga ikut dalam aksi itu menceritakan kondisi HOPE. Sejauh ini Orang Utan Sumatera tersebut sudah memiliki nafse makan, bahkan mulai berusaha bergerak meski tim dokter membatasi pergerakannya, karena memang belum sembuh total.

“Pagi tadi dikabarkan dokter di Pusat Rehabilitasi. Kondisi HOPE mulai membaik," ungkapnya.

Kemudian, terhadap kondisi patah tulang yang dialami induk Orang Utan itu akan segera dioperasi oleh tim dokter untuk disambungkan kembali. Sebab kata Sapto, jika tidak akan membahayakan dan berpengaruh kepada paru-parunya.

Untuk peluru sendiri, hingga hari ini baru 7 butir yang berhasil dikeluarkan oleh dokter. Namun tim dokter belum bisa mengeluarkan ke 74 peluru mengingat dampak buruk terhadap HOPE.

“Karena banyak luka ditubuhnya, dokter memutuskan untuk menunda pengangkatan seluruh peluru sambil menunggu kesehatannya membaik," sebut Sapto.

Untuk diketahui, berdasarkan catatan BKSDA Aceh, saat ini total populasi Orang Utan di wilayah Sumatera berjumlah 13.700 individu. Kendati demikian, jika melihat konversi habitat dan kasus-kasus kematian, Sapto mengkhawatirkan populasi satwa dilindungi ini sangat terancam populasinya.

Komentar

Loading...