Unduh Aplikasi

Polisi Bakal Reka Ulang Kasus Pembunuhan Tukang Cendol di Aceh Utara

Polisi Bakal Reka Ulang Kasus Pembunuhan Tukang Cendol di Aceh Utara
Kedua pelaku pembunuhan berencana di Aceh Utara. Foto: AJNN.Net/Safrizal

ACEH UTARA - Penyidik Polres Aceh Utara, telah merampungkan berkas kasus pembunuhan terhadap Jazuli Ismail (34), pedagang cendol di Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara. Pembunuhan tersebut melibatkan dua tersangka yang tidak lain adalah istri korban sendiri JA (30) dan selingkuhannya AM (34).

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Miliardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezky Kholiddiansyah menyebutkan, berkas kedua tersangka itu sudah rampung dikerjakan penyidik. Hanya saja, hasil koordinasi dengan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Aceh Utara, dibutuhkan rekontruksi pembunuhan itu yang dijadwalkan, Rabu (13/2) mendatang.

“Penyidik sudah menyelesaikan berkas kedua pelaku pembunuhan tukang cendol. Ada delapan saksi yang kami masukkan ke dalam berkas. Dua tersangka juga telah selesai diperiksa,” kata Rezky kepada AJNN, Minggu (10/2) sore.

Terkait JAM yang pekan lalu belum mengakui terlibat dalam pembunuhan itu, Rezki menyebutkan awalnya istri pelaku memang tidak mengakui terlibat. Namun setelah ditunjukan bukti-bukti yang dimiliki penyidik, istrinya sudah mengaku, bahwa dia turut membukakan pintu agar AM bisa masuk rumah dan membunuh korban yang merupakan suami sahnya sendiri.

Baca: Pembunuhan Tukang Cendol, Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Berat

"Istrinya salah satu aktor yang turut memastikan bahwa Jazuli telah tidur, agar AM mudah membunuhnya,” terangnya.

Memang, sambung Rezki, istri pelaku tidak turut menikam, menggorong atau membacok korban. Namun dia turut membantu sehingga peristiwa pembunuhan itu terjadi.

“Eksekutornya AM, dia yang membacok, menikam dan menggorok korban hingga meninggal dunia,” jelasnya.

Keduanya pelaku sebelumnya ditangkap di dua lokasi terpisah, di Medan dan Banda Aceh, pada 22 Januari 2019. Barang bukti yang disita yaitu parang untuk membunuh, satu ponsel, dan satu sepeda motor yang digunakan pelaku mendatangi rumah korban. Mereka dituntut dengan pasal 360 jo 338 jo 55 KUHPidana dengan ancaman penjara 15 tahun dan maksimal seumur hidup.

Komentar

Loading...