Unduh Aplikasi

Pimred SI Pastikan Rumah Asnawi Terbakar Bukan karena Arus Pendek

Pimred SI Pastikan Rumah Asnawi Terbakar Bukan karena Arus Pendek
Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia Groups Zainal Arifin M Nur. Foto: Facebook Camp Aree

BANDA ACEH - Dugaan kekerasan lewat ancaman terhadap jurnalis kembali terjadi di Provinsi Aceh, Selasa (30/7). Kali ini menimpa keluarga Asnawi, Jurnalis Harian Serambi Indonesia di Kuta Cane, Aceh Tenggara.

Ancaman tersebut diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal dengan membakar rumah yang ditempati Asnawi bersama keluarganya, sekira pukul 02.00 WIB dini hari.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun kejadian ini sangat mengejutkan dan bagian dari menakut-nakuti insan pers di Aceh dalam menjalankan profesinya.

Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia Groups Zainal Arifin M Nur, mengungkapkan berdasarkan data dan keterangan awal yang dihimpun, ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. Salah satu indikasinya adalah masyarakat sekitar melihat lampu masih menyala saat api mulai membakar garasi.

"Jadi bukan karena arus pendek," kata Zainal Arifin M Nur.

Ia menjelaskan beberapa saat setelah kejadian, Kapolres Aceh Tenggara dan anggotanya telah turun ke lokasi dan melakukan penyelidikan awal.

"Kami berterima kasih atas gerak cepat pihak kepolisian," ujarnya.

Baca: AJI Banda Aceh Minta Polisi Usut Kebakaran Rumah Jurnalis di Aceh Tenggara

Selain itu, ia mengatakan kalau Asnawi Luwi, menduga peristiwa ini ada kaitannya dengan pemberitaan, namun belum diketahui secara detil.

"Kami mengecam peristiwa ini dan berharap pihak kepolisian bisa secepatnya mengusut dan mengungkap kasus ini secara tuntas, sehingga memberikan rasa aman bagi wartawan dan masyarakat pada umumnya," katanya.

Menurutnya jika benar ada unsur kesengajaan dan terkait dengan pemberitaan, maka peristiwa ini mencederai kemerdekaan pers seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999.

"Kami meminta kepada semua pihak menghargai kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan wartawan dalam menjalankan tugasnya dan menggunakan hak jawab bila merasa dirugikan dalam pemberitaan," jelasnya.

"Sekali lagi, kami menunggu kepolisian menjalankan tugasnya dan berharap kasus ini bisa segera diungkap secara tuntas," sambunya.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...