Unduh Aplikasi

Pimpinan DPRA dari Golkar Ditentukan Pertengahan September

Pimpinan DPRA dari Golkar Ditentukan Pertengahan September
Foto: Net

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Aceh telah mengusulkan lima nama sebagai calon pimpinan (wakil ketua) di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2019-2024 ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Lima kandidat tersebut merupakan hasil pleno DPD I Golkar Aceh pada 1 Agustus 2019 lalu. Namun, hingga hari ini, DPP belum menentukan siapa yang terbaik dari beberapa calon itu.

Sekretaris DPD I Golkar Aceh, Syukri Rahmat mengatakan, sampai hari ini DPP juga belum melaksanakan rapat untuk memutuskan satu dari lima nama yang diusulkan itu.

Baca: Golkar Usulkan Lima Nama Calon Pimpinan DPRA ke Pusat

Selain itu, dari lima kandidat tersebut juga tidak ada yang tergeser sebagai kandidat pimpinan partai pohon beringin ini untuk DPRA. Karena sistem penentuannya memang langsung memilih satu orang saja.

"Belum ada rapat di Jakarta, ngak ada yang tergeser, tetapi langsung tinggal satu dia," kata Syukri kepada AJNN, Selasa (26/8).

Syukri menyampaikan, kemungkinan besar, keputusan DPP mengenai pimpinan DPRA ini akan turun pada pertengahan September nanti. Mengingat, pelantikan anggota legislatif provinsi itu bakal berlangsung 30 September 2019.

"Mungkin pertengahan September, karena pelantikan 30 September," ujarnya.

Syukri menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada calon yang diunggulkan atau mengarah terhadap satu orang. Kelima kandidat mempunyai status yang sama.

"Belum ada menjurus kemana-mana. Sama saja semua, karena kan keputusan tertiggi ada di pleno," tegasnya.

Sebelumnya, berdasarkan hasil pleno DPD I Golkar Aceh, ada lima nama yang usulkan ke DPP sebagai calon pimpinan di DPRA. Mereka adalah Ali Basrah Pasaribu, Hendra Budian, Teuku Raja Keumangan, Nurlailawati, dan Nuraini Maida.

"Ada tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan yang kami usulkan," sebut Syukri saat itu.

Untuk diketahui, Golkar Aceh menduduki posisi ketiga suara terbanyak pada Pemilu 17 April 2019 lalu, dengan perolehan sembilan kursi, di bawah Partai Aceh yang mendapatkan 18 kursi dan Partai Demokrat 10 kursi.

Dengan hasil itu, maka Partai Golkar berhak menduduki posisi Wakil Ketua II DPRA untuk masa jabatan 2019-2024.

Komentar

Loading...