Unduh Aplikasi

Petani Keluhkan Harga Gabah Rendah Saat Musim Panen

Petani Keluhkan Harga Gabah Rendah Saat Musim Panen
ilustrasi panen gabah. Foto: Ist

ACEH JAYA - Petani padi di Kabupaten Aceh Jaya keluhkan rendahnya harga jual gabah di kabupaten setempat.

Pasalnya, di saat para petani sedang memanen padi harga jual gabah semakin turun bahkan harga jualnya kini berada di bawah 3.500 ribu per kilogram .

"Hari ini, gabah kami jual ke agen yang masuk ke kampung seharga 3.400 ribu hingga 3.500 ribu per kilogram," ujar Fadli salah satu petani Gampong Alue Tho, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya kepada AJNN, Selasa (9/4).

Kata dia, kondisi seperti ini membuat petani resah, dan jika kondisi seperti ini terus berlanjut ditakutkan akan berdampak terhadap berkurangnya petani padi.

"Kalau kita bandingan masa dulu dan sekarang jelas sudah sangat berkurang petani padi," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, penyebabnya adalah harga jual yang tidak stabil, dan setiap musim panen pasti harga jualnya akan turun, selain itu gangguan hama juga menjadi salah satu penyebab petani padi beralih profesi baik sebagai petani karet, sawit dan lain sebagainya.

"Kalau selama ini hama yang sangat mengganngu adalah hama babi, tikus dan burung, itu yang paling banyak," terang Fadli.

Selain itu, ia juga mengungkapkan harga jual gabah kering panen (GKP) sebelum masa panen mencapai 5.000 per Kg.

"Biasanya seperti itu, harga akan kembali normal sekitar 2-3 bulan setelah masa panen," tutur Fadli.

Jika harga jualnya dibawah harga normal jelas petani tidak diuntungkan, dan apabila diperhitungkan beban kerja dan biaya menggarap lahan sawah serta pemupukan hingga panen itu juga membutuhkan modal yang besar, maka dengan harga jual ke para agen lokal yang rendah jelas sangat merugikan para petani.

Dia berharap pemerintah turun tangan mengatasi masalah harga jual gabah petani yang selalu turun di saat musim panen, petani hanya berharap harga jual gabah seimbang dengan jumlah modal yang dikeluarkan sebelumnya.

"Kami berharap kepada pemerintah dapat mencari solusi kongkrit jangan hanya meminta untuk turun ke sawah secara serentak, tanam padi serentak, tapi harganya tidak dapat dikontrol," Pintanya.

Komentar

Loading...