Unduh Aplikasi

Peserta SMN Banten Diharapkan Jadi Duta Wisata Aceh

Peserta SMN Banten Diharapkan Jadi Duta Wisata Aceh
Foto: Ist

BANDA ACEH - Senior Manager SDM dan Umum PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh, Yoserianto berharap peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Provinsi Banten dapat menjadi duta untuk provinsi ujung paling barat Indonesia itu khususnya mempromosikan wisata.

"Selama berada di Aceh banyak ilmu yang diperoleh peserta SMN baik adat dan juga budaya selama berada di Gampong Wisata yaitu Gampong Nusa serta mengunjungi situs sejarah dan nol kilometer Indonesia," kata Yoserianto di Banda Aceh, Rabu (21/8) malam.

Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela malam keakraban peserta Siswa Mengenal Nusantara Provinsi Banten dan Provinsi Aceh yang berlangsung di Seramoe T Umar, Kantor PT PLN UIW Aceh.

Yoserianto menjelaskan, selama berada di Gampong Nusa para peserta dapat melihat langsung adat dan budaya yang berkembang di masyarakat dan juga mereka berkesempatan untuk belajar membuat kue tradisional Aceh dan tarian tradisional Rapai Geleng.

Pihaknya juga berharap peserta SMN asal Banten yang mendapat kesempatan berkunjung ke Sabang juga ikut mempromosikan Aceh kepada masyarakat di sana terutama Sabang yang memiliki keindahan bahari dan bawah laut yang juga tidak kalah dari daerah lainnya.

"Aceh kaya akan budaya, masyarakatnya ramah dan memiliki desitiansi wisata bahari yang luar biasa, ini perlu disampaikan kepada masyarakat di luar sana khususnya masyarakat Banten" katanya.

Ia mengatakan selama berada di Aceh para peserta belajar budaya, bela negara, membedah buku Bingkai Anak Negeri Karya peserta SMN tahun 2018.

Kemudian mereka juga mengunjungi sejumlah situs sejarah seperti PLTD Apung, Museum Tsunami, Masjid Raya Baiturrahman, perpusatakaan wilayah Aceh dan di sana ikut menyumbangkan buku SMN 2018.

Dan yang tidak kalah menarik adalah mereka berkesempatan mengunjungi titik nol Indonesia yakni Sabang serta menjejal keindahan bawah laut yang ada di Pulau Weh tersebut.

Ketua rombongan SMN Banten Andi Bahktiar menyatakan program SMN yang diselenggarakan BUMN tersebut berhasil mentransfer pengetahuan kepada anak-anak seperti tentang budaya yang ada di Aceh.

"Anak-anak sangat senang dengan program ini dan mereka mereka dapat banyak pengetahuan baru, bahkan dalam setiap program yang diikuti mereka tidak akan berhenti sebelum mampu memahi dan mempraktkkannya dengan baik," katanya.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada BUMN terutama PT PLN bersama dengan BUMN pendamping yang telah memfasilitasi peserta SMN Banten selama berada di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.

SMN 2019 merupakan program yang diselenggarakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Hadir untuk Negeri (BHUN). Kementerian BUMN menunjuk PT PLN (Persero) cq. PLN UIW Aceh sebagai PIC kegiatan BHUN 2019 didampingi PT PTPN1 dan PT Adhi Karya.

Dalam malam keakraban tersebut peserta asal Banten ikut menampilkan tarian Rapai Geleng yang juga mendapat apresiasi dari tamu undangan pada malam perpisahan dengan peserta Banten yang akan bertolak kembali ke daerah asal pada Kamis.

Mereka juga ikut menampilkan tarian asal daerah mereka mojang  priyangan, panduan suara dalam bahasa Banten dan yang tak kalah seru dan menegangkan adalah silat dan debus basah yang dimainkan langsung oleh peserta SMN asal provinsi itu.

Dalam kesempatan tersebut, peserta SMN asal Aceh yang telah kembali ke daerah, pada malam tersebut juga menampilkan tarian Ratoh Jaroee yang dipersembahkan kepada sahabat mereka yang akan kembali ke kampung halaman.

Komentar

Loading...