PROYEK PEMBANGUNAN ONCOLOGY CENTER RSUDZA BANDA ACEH

Perusahaan Pemenang Proyek Rp 39,8 Miliar di RSUDZA Masuk Daftar Hitam

Perusahaan Pemenang Proyek Rp 39,8 Miliar di RSUDZA Masuk Daftar Hitam
Pengumuman di LPSE Aceh terkait lelang proyek pembangunan oncology center di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh sudah selesai. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menemukan dugaan permainan pada tender proyek pembangunan oncology center di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, dengan total anggaran Rp 39,8 miliar. Pasalnya perusahaan pemenang tender yakni PT. Araz Mulia Mandiri dinyatakan masuk dalam perusahaan daftar hitam Indonesia.

Koordinator GeRAK Aceh Askhalani mengatakan pihaknya menemukan data kalau perusahaan tersebut diberikan saksi masuk daftar hitam oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). Sanksi itu diberikan setelah perusahaan itu tidak mampu melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengumuman pemenang proyek di laman LPSE Aceh. Foto: Dok AJNN

Surat keputusan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) BPKS bernomor 25/BPKS-KPA/2017, tentang sanksi pencantuman dalam daftar hitam PT Araz Mulia Mandiri selama dua tahun. Surat keputusan itu dikeluarkan pada tanggal 9 Juni 2017, yang diteken oleh KPA Fajri.

Askhal menjelaskan alasan pemberian saksi karena perusahaan itu tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yakni pembangunan Tugu KM 0 (lanjutan), dengan nilai total HPS yakni Rp 15,9 miliar.

Surat Keputusan BPKS sanksi terhadap PT Araz Mulia Mandiri . Foto: Dok AJNN

Tak hanya saksi, selanjutnya BPKS juga menyurati Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah meminta agar perusahaan itu dimasukkan ke dalam daftar hitam nasional dan dimuat dalam portal pengadaan nasional.

Surat itu juga dikirimkan pada 9 Juni 2017. Surat bernomor 180/BPKS-KPA/22, dengan perihal penyampaian daftar hitam diteken oleh Fajri. Pihak BPKS juga melampirkan dokumen surat usulan penetapan sanksi pencatuman dalam daftar hitam, dan surat rekomendasi APIP BPKS.

"Artinya perusahaan itu tidak boleh mengerjakan apapun selama dua tahun sejak sanksi itu diberikan. Pertanyaaanya kenapa kemudian perusahaan itu kembali mendapatkan pekerjaan," kata Askhalani kepada AJNN, Selasa (26/9).

Surat yang dikirimkan BPKS ke Kepala LKPB pusat meminta agar PT Araz Mulia Mandiri dimasukkan dalam daftar hitam nasional. Foto: Dok AJNN

Dalam laman website Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Aceh, kata Askhal, penandatanganan kontrak proyek tersebut terjadi pada bulan Juli 2017. Sementara, sanksi yang dikeluarkan oleh BPKS pada tanggal 9 Juni 2017.

"Catatan daftar hitam itu tidak bisa dicabut dengan serta merta. Perusahaan itu baru bisa mengikuti tender kembali setelah daftar hitam dicabut, tapi dengan catatan tidak mengulangi perbuatan yang sama," jelas Askhal.

Jadwal proses tender proyek pembangunan oncology center di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Foto: Dok AJNN

Askhal menduga ada permainan yang terstruktur pada tender proyek tersebut. Besar dugaan kemenangan PT. Araz Mulia Mandiri, biasanya pasti melalui perantara dengan melibatkan aktor-aktor yang ingin mendapatkan sesuatu dengan cara melobi.

"Tidak mungkin bisa lolos dan bisa menjadi pemenang perusahaan yang sudah masuk daftar hitam, dugaan kami karena ada permainan untuk memenangkan perusahaan itu," ungkapnya.

Advokat muda ini mengaku sudah mengantongi seluruh bukti-bukti terhadap perusahaan tersebut. Dalam minggu ini pihaknya akan menyurati Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan pihak-pihak lain yang berhubungan, termasuk Kementerian Keuangan, karena ini berhubungan dengan proses mekanisme tahapan penggunaaan uang negara.

"Tebusannya akan kami sampaikan kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Tujuannya biar gubernur tahu bahwa ada proses yang salah, sehingga bisa mengambil kebijakan, termasuk menghentikan pembangunan, kalau perlu dilakukan tender ulang," tegas Askhalani.

Sementara itu, Kepala BPKS Fauzi Husein yang dikonfirmasi AJNN belum memberikan jawaban. Pesan singkat yang dikirimkan juga belum dibalas.Selain itu AJNN juga belum berhasil mengkonfirmasi pihak perusahaan pemenang tender..

data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...