Loker AJNN.net

Perkosa Mahasiswi, Anak Bekas Wali Kota Lhokseumawe Yang Alumni STPDN Ditangkap

Perkosa Mahasiswi, Anak Bekas Wali Kota Lhokseumawe Yang Alumni STPDN Ditangkap
Pelaku yang merupakan anak Bekas Wali Kota Lhoksemawe dan juga alumni STPDN saat dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Lhokseumawe, Jumat (22/12). Foto: Safrizal

LHOKSEUMAWE - Satuan Sat Reskrim Polres Lhokseumawe, meringkus anak bekas Wali Kota Lhokseumawe yang juga merupakan seorang oknum PNS Pemko Lhokseumawe berinisial MI (38) alias Mimi, warga Desa Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, atas kasus pemekosaan terhadap seorang mahasiswi RA (24), warga Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (21/12). Selain kasus pemerkosaan, pelaku juga dijerat atas kasus kepemilikan senjata api ilegal.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman di dampingi Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan pelaku ditangkap di kawasan Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, atas kasus perkosaan dan kepemilikan senjata ilegal.

“Pelaku kami ringkus atas laporan dari seorang mahasiswi RA, asal Aceh Timur yang mengaku telah disekap selama satu hari dan diperkosa oleh pelaku selama tiga kali dalam sehari itu," kata Hendri Budiman, Jumat (22/12) saat jumpa per di Mapolres setempat.

Menurut keterangan korban, kata Kapolres, kejadian terjadi pada Kamis ( 7/12), sekitar pukul 19.00 WIB. Korban dijegat oleh pelaku ketika sedang jalan dengan seorang teman laki-laki, di kawasan waduk Kota Lhokseumawe. Pelaku langsung menodong korban menggunakan senjata api jenis pistol Merk Baretta Cal. 320 ACP, sembari mengaku kalau dirinya merupakan anggota polisi yang sedang melaksanakan operasi narkoba.

“Pelaku mengaku polisi, menyuruh korban untuk ikut bersamanya guna diperiksa, dan selanjutnya korban dibawa oleh pelaku kesebuah ruko milik pelaku di kawasan Cunda,” ujar Hendri.

Sampai ke ruko, pelaku yang merupakan alumni STPDN itu langsung menyekap korban dan melakukan pemerkosaan terhadap korban sebanyak tiga kali.

“Setelah korban disekap selama satu hari di sebuah ruko milik pelaku di kawasan Cunda, besok harinya korban dilepas dan disuruh antar dengan seorang temannya ZU alias Dun, dengan menumpangi sebuah becak dikawasan Cunda,” imbuhnya.

Korban selanjutnya melaporkan ke polisi atas kasus perkosaan tersebut, selanjutnya pihaknya melakukan penyelidikan dan mendapatkan identitas pelaku.

“Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami perih pada alat kelaminnya, trauma berat,” ungkapnya.

Saat ini, pelaku serta barang bukti senjata api jenis dengan tujuh butir peluru, dan pakaian dalam korban sudah diamankan di mapolres guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Pelaku sendiri akan dijerat dengan pidana Jarimah (Pemerkosaan) dan kepemilikan senjata api sebagaimana dimaksud dalam Qanun Aceh No. 6/2014 tentang Hukum Jinayat dan Uu Darurat No 12 Tahun 1951 dengan kurungan minimal 20 tahun penjara,” tegas Kapolres.

Loker AJNN.net

Komentar

Loading...