Unduh Aplikasi

Perempuan Korban Konflik Aceh Luput Perhatian Pemerintahan

Perempuan Korban Konflik Aceh Luput Perhatian Pemerintahan
Foto: Net

LHOKSEUMAWE - Aktivis Perempuan Indonesia (API) menilai selama ini perempuan korban konflik Aceh sangat luput bahkan minim dari perhatian pemerintah, khusunya yang ada di pedalaman Kabupaten Aceh Utara. Buktinya, pemerintah selama ini tidak menganggap perioritas untuk perempuan korban konflik itu penting.

“Disini saya melihat pemerintah menganggap wanita korban konflik ini biasa-biasa saja, dan tidak menganggap sebuah perioritas yang khusus terhadap perempuan tersebut. Buktinya, apa yang sudah dilakakan ole pemerintah selama ini untuk mereka,” kata Aktivis Perempuan Indonesia (API), Samsidar kepada AJNN, Kamis (9/8).

Ia juga mempertanyakan indikator yang ada dilakukan pemerintah untuk mengatasi persoalan perempuan korban konflik Aceh selama ini. Mungkin dalam hal ini, jikalau mereka memperoleh support dari pemerintah baik itu pemerintah daerah, perempuan korban konflik Aceh itu tidak akan hidup susah seperti sekarang ini.

“Saya melihat perempuan korban konflik Aceh mereka cukup kuat, mereka bisa hidup dengan berbagai kondisi, walaupun mereka banyak persoalan da menjadi korban, sehingga hidup miskin dan sakit-sakitan serta kehilangan beberapa dokumen penting saat konflik Aceh berlangsung,” ujarnya.

Meskipun perempuan korban konflik tersebut tetap melanjutkan hidupnya, namun dalam hal ini pemerintah tidak boleh membiarkan hal tersebut terus-terusan berlangsung seperti itu, karena tidak adil. Artinya, siapapun khususnya pemerintah harus melihat dan peduli terhadap mereka kembali.

“Pemerintah jangan menutup mata, konflik Aceh memang selesai dan tidak ada lagi konflik bersenjata, persoalan itu jangan dibatasi sudah selesai lima tahun saja, perempuan ini hidup berpuluhan tahun ke depan, namun apa yang dibangun untuk perempuan itu belum dibuat secara sistematis, dan pemerintah jangan menutup pintu untuk para perempuan korban konflik di Aceh,” tegasnya.

Samsidar berharap pemerintah jangan mengabaikan korban konflik itu, dalam hal ini, pemerintah ketika membuat program, harus ingat kalau Aceh ini wilayah bencana, dan pernah terjadi konflik, jangan dianggap tidak apa-apa, karena konflik Aceh itu imbas begitu besar terutama terhadap perempuan.

Komentar

Loading...