Unduh Aplikasi

Penyebab koalisi partai islam sulit dibentuk

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, mengaku sulit membentuk koalisi Partai Islam karena ketiadaan figur yang memiliki elektabilitas memadai dan dapat mempersatukan beberapa partai itu.

Meski begitu, kata Muhaimin, tidak menutup kemungkinan koalisi Partai Islam tetap dapat terbentuk apabila ada figur yang menonjol. Tapi pria yang biasa disapa Cak Imin itu tetap berusaha realistis.

"Koalisi Partai Islam memang banyak didorong untuk dibentuk oleh banyak kalangan di luar partai, termasuk tokoh-tokoh Islam dan kyai. Tapi kan sampai saat ini belum ada figur dan belum ada komunikasi ke arah sana," kata Muhaimin, Sabtu 12 April 2014.

Dia menambahkan, apabila figur yang sesuai telah ditemukan pasti PKB akan ikut mendukung. "Tapi kita kan juga harus realistis. Kalau tidak kita mau apa?", kata Muhaimin.

Ditanya soal PKB yang berniat untuk menjadi pelopor dalam koalisi Partai Islam, Muhaimin menyebut saat ini sedang menyerap aspirasi itu. Selain, itu PKB juga tengah mendeteksi apakah aspirasi itu masuk akal atau tidak.

Sebelumnya, keraguan itu sudah pernah diungkap oleh Ketua DPP PKB, Helmy Faishal Zaini. Menurut dia, figur Partai Islam masih belum dapat menyaingi figur yang diusung dari PDIP, Golkar dan Gerindra. Dia pun mengungkap koalisi Partai Islam baru sebatas wacana belaka.

Wacana itu mulai dilontarkan oleh Partai Keadilan Sejahtera. Partai itu melihat, dengan penggabungan suara bisa mencapai lebih dari 30 persen, maka suara Partai Islam bisa dikumpulkan untuk mengusung capres.

Mereka juga menawarkan alternatif lainnya yakni koalisi tersebut dijadikan alat tawar yang kuat ketika berkoalisi dengan partai nasionalis. Dalam alternatif ini, PKS yakin Partai Islam bisa mendapatkan posisi calon wakil presiden.

|VIVA.CO.ID

Komentar

Loading...