Unduh Aplikasi

Pengurusan Paspor Pasca-Lebaran di Imigrasi Banda Aceh Meningkat

Pengurusan Paspor Pasca-Lebaran di Imigrasi Banda Aceh Meningkat
Plt Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Irawan. Foto: Ist

BANDA ACEH - Jumlah warga yang mengajukan pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, mengalami peningkatan dari biasanya setelah dibuka kembali usai libur bersama perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah.

"Ada peningkatan yang mengurus paspor pada hari pertama kerja setelah libur cuti lebaran, meningkat sekitar 20 persen," kata Plt Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Irawan didampingi Kasi Lalu Lintas Keimigrasian, Muhammad Hatta di Banda Aceh.

Ia menjelaskan peningkatan itu terjadi karena adanya cuti hari raya Idul Fitri selama satu minggu itu. Sehingga masyarakat yang sudah melakukan pendaftaran secara online meningkat ketika hari pertama kerja.

"Tapi Allhamdulillah semua bisa ditangani dengan baik," ujarnya.

Ia mengungkapkan rata-rata masyarakat yang mengurus paspor dengan tujuan yang berbeda-beda, mulai dari liburan, transit di Malaysia, kungjungi keluarga ke luar negeri, jamaah haji tambahan dan umroh.

"Yang paling banyak itu dengan tujuan liburan pasca-lebaran," jelasnya.

Selain itu, ia mengaku selama bulan Ramadan ada terjadi masalah di jaringan, sehingga pihaknya mengambil inisiatif untuk mengurangi jumlah pemohon yang mengurus paspor yakni 50 pemohon setiap harinya.

"Kami juga tempel pengumuman adanya gangguan jaringan. Ini terus dilakukan evaluasi jaringan, untuk saat ini sudah kami tingkatkan menjadi 96 pemohon setiap harinya," ungkap Irawan.

Sementara itu, Kasi Lalu Lintas Keimigrasian, Muhammad Hatta menambahkan pihaknya terus berupaya mengoptimalkan pelayanan dengan membuka jalur khusus yakni pemohon paspor bagi warga yang berkebutuhan khusus.

"Layanan ini kami peruntukan bagi pemohon yang sedang sakit keras, bayi di bawah 3 tahun, ibu hamil dan menyusui, penyandang disabilitas. Jadi mereka ini kami buka loket khusus," kata Muhammad Hatta.

Kasi Lalu Lintas Keimigrasian, Muhammad Hatta. Foto: Kompas

Syarat bagi yang khusus ini, kata Hatta, seperti syarat biasanya yakni KTP Elektronik, KK, Akte Lahir atau Ijazah atau Buku Nikah dan Surat Keterangan dari Rumah Sakit atau Dokter, yang kemudian mengajukan permohonan ke loket khusus.

"Kedepan kami akan terus melakukan perbaikan pelayanan agar masyarakat lebih mudah dalam mengurus paspor," kata Hatta yang baru empat bulan menjabat sebagai Kasi Lalu Lintas Keimigrasian.

Bahkan, kata Hatta, pihaknya sedang mengarap inovasi baru yakni aplikasi via Short Message Service (SMS) dengan tujuan pemberitahuan kepada masyarakat terkait informasi dalam mengurus paspor di Imigrasi Banda Aceh.

"Jadi kedepan ketika ada masyarakat mengurus paspor, ketika paspor sudah siap akan kami sampaikan melalui SMS kepada pemohon. Aplikasi ini akan kami aktifkan ketika jaringan sistem kami terjadi gangguan," ujarnya.

Biasanya, sambung Hatta, pembuatan paspor akan terganggu dalam proses pecetakannya ketika terjadi gangguan di sistem jaringan. Biasanya pembuatan paspor selesai dalam tiga hari kerja, apabila jaringan rusak, maka pembuatan paspor tidak akan selesai dalam tiga hari kerja, bahkan bisa lebih.

"Nah informasi kerusakan jaringan dan kapan paspor siap akan kami sampaikan vis SMS kepada pemohon, jadi pemohon tidak perlu susah-susah untuk datang ke kantor, perbaikan-perbaikan seperti ini akan terus kami perbaiki," jelasnya.

Kemudia, Hatta juga mengungkapkan pihaknya juga sudah meluncurkan program inovasi Immigration Emergency Service (IES) yang telah dilaksanakan sejak awal bulan Desember 2018.

"Petugas Imigrasi mendatangi setiap pemohon paspor yang berkebutuhan khusus dengan membawa berkas dan sebuah perangkat mobile unit untuk melakukan pengambilan photo biometrik dan sidik jari," jelasnya.

IES ini dikhususkan kepada pemohon paspor yang sedang sakit dan tidak mampu hadir di kantor. Dengan adanya layanan ini diharapkan bisa membantu memudahkan masyarakat dalam mengusu paspor untuk kepentingan berobat.

"Ini sudah berjalan, sebelum lebaran petugas ada beberapa kali turun ke rumah sakit untuk proses pengambilan photo dan sidik jari," jelasnya.

Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...