Unduh Aplikasi

Pengakuan Pemilik Kebun: Jual Ganja untuk Bangun Rumah

Pengakuan Pemilik Kebun: Jual Ganja untuk Bangun Rumah
Polisi menggiring tersangka (baju coklat) pemilik kebun ganja di Kecamatan Sawang Aceh Utara, Kamis (13/9). Foto: Sarina

LHOKSEUMAWE - Satuan Reserse Narkoba Polres Lhokseumawe menangkap satu tersangka berinisial MY warga Gampong Lancok, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, terkait kepemilikan satu hektare ladang ganja. MY mengaku uang hasil panen ganja dipakai untuk membangun rumah tempat tinggal keluarga kecilnya.

“Uang hasil jualan ganja saya tabung untuk membangun rumah, karena sekarang saya bersama istri dan anak saya yang masih berusia empat bulan tinggal di rumah sewa,” kata Ayah satu anak itu saat ditanyai AJNN saat pemusnahan kebun ganja, Kamis (13/9).

MY juga mengaku daun ganja kering hasil panen dikebun miliknya dijual dengan harga Rp 200 ribu per kilogram, sementara untuk pelanggan yang membeli datang langsung ke rumahnya untuk mengambil barang tersebut.

Baca: Polisi Musnahkan Satu Hektare Ladang Ganja dan Tangkap Empat Tersangka

MY juga menyebutkan pelanggan yang membeli ganja tersebut masih warga dalam Provinsi Aceh dan belum pernah dikirimkan keluar negeri.

“Sudah satu tahun saya tanam ganja ini, dan sudah beberapa kali memanenkannya. Rencana saya kalau sudah sanggup membangun rumah nanti saya akan berhenti tanam tumbuhan haram ini, karena untuk mencari pekerjaan sekarang sangat susah. Kalau tidak seperti ini saya tidak tahu mau cari uang dengan cara bekerja apa agar bisa buat rumah dan tidak harus membayar sewa setiap tahun satu juta,” ungkap MY dengan tatapan dan rawut wajah penyesalan.

MY juga mengaku menyesal setelah ditangkap, pasalnya ia tidak bisa lagi bertemu dengan buah hatinya yang baru lahir dan masih berusia empat bulan. Oleh karenanya, dirinya juga berpesan kepada pemuda-pemuda setempat supaya jangan mengikuti jejak haram yang dilakukannya.

“Cukup saya saja seperti ini, saya harap kepada seluruh pemuda dan masyarakat umumnya supaya menghindari menanam ganja, karena selain berbahaya dan haram juga jika ketahuan akan ditangkap polisi dan tidak bisa lagi berkumpul dengan keluarga,” ungkapnya.

Komentar

Loading...