Unduh Aplikasi

Pengakuan Pelaku, Senjata Bripka Anumerta Faisal Jatuh ke Dasar Sungai Kuala Jambo Aye

Pengakuan Pelaku, Senjata Bripka Anumerta Faisal Jatuh ke Dasar Sungai Kuala Jambo Aye
Personil gabungan kepolisian dibantu masyarakat melakukan pencarian Senpi AK-56 yang dirampas dari tangan Bripka Anumerta Faisal

ACEH UTARA - Personil gabungan Polda Aceh dan Aceh Utara masih melakukan pengembangan dan penyisiran di beberapa lokasi terkait pembunuhan Bripka Anumerta Faisal yang ditikam hingga meninggal dunia oleh para gerombolan Setan Botak Peureulak.

Salah satunya melakukan pencarian untuk melacak keberadaan senjata api (senpi) jenis AK-56 yang dirampas dan dibawa kabur kelompok gerombolan Setan Botak Peureulak dari tangan Bripka Anumerta Faisal.

Penyisiran dilakukan di Kuala Jambo Aye, Desa Teupien Kuyun, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Selasa (28/8) dengan melibatkan tim satuan Pol Airud Lhokseumawe dan masyarakat dimana menurut informasi dan keterangan dari salah seorang pelaku yang saat ini masih ditahan polisi, senpi milik Polres Aceh Utara yang dirampas dari tangan Bripka Anumerta Faisal telah jatuh ke dasar sungai Kuala Jambo Aye, ketika gerombolan tersebut menyeberangi sungai dari Pantai Bantayan.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Misbahul Munauwar, kepada AJNN Selasa (28/8) mengatakan, saat ini personil di lapangan masih melakukan pengembangan dan penyisiran di beberapa titiik untuk melacak keberadaan senjata api jenis AK-56 yang dirampas dari tangan Bripka Anumerta Faisal.

“Personil kita masih bekerja di lapangan untuk melacak senpi AK-56 yang dirampas di tangan Bripka Anumerta Faisal oleh kelompok yang dijuluki Setan Botak Peureulak,” kata Misbahul.

Baca: Satu Lagi Pembunuh Brigadir Faisal Meninggal Dunia

Menurut Misbahul, pengembangan dan juga penyisiran yang dilakukan personilnya di lapangan, selain untuk melacak keberadaan senpi AK-56 yang dibawa kabur oleh kelompok Setan Botak Peureulak, juga untuk mengumpulkan bukti-bukti lainnya serta kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya.

"Anggota kita masih terus melacak keberadaan senpi milik Polres Aceh Utara, serta bukti keterlibatan pelaku lainnya,” sebutnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun AJNN, salah satu pelaku berinisial MA (28) mengaku bila senpi yang dirampas dari tangan Bripka Anumerta Faisal terjatuh dari tangan Zul (33) warga Peureulak saat berusaha kabur dengan menyeberangi sungai Kuala Jambo Aye, setelah kabur dari Pantai Bantayan.

Sementara itu Zul, merupakan salah seorang pelaku yang tewas diterjang peluru petugas saat hendak ditangkap di kawasan Madat, Aceh Timur. Dirinya terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan dant mencoba melemparkan granat manggis ke atah petugas.

Upaya pencarian dilakukan dengan menghadirkan pelaku MA, untuk menunjukkan lokasi jatuhnya senpi AK-56 dari tangan Zul malam itu di Kuala Jambo Aye, Desa Teupien Kuyun, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Selain itu pencarian juga dilakukan dengan cara menyelam dan melabuhkan pukat di dalam ke dalaman mencapai lima meter yang dibantu nelayan setempat.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...