Unduh Aplikasi

Pengadaan Tanah Sengaja Diarahkan ke Tanah Milik Bekas Wali Kota Sabang

Pengadaan Tanah Sengaja Diarahkan ke Tanah Milik Bekas Wali Kota Sabang
Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Chairul Amir. Foto: pitunews.

BANDA ACEH - Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Chaerul Amir menyebutkan kasus pembebasan tanah di kawasan Sukakarya sengaja diarahkan oleh mantan Wali Kota Sabang ke tanah milik pribadinya.

"Proses-proses pengadaan tanah itu tidak sesuai prosedur, ZA selaku mantan Wali Kota Sabang mengunakan kewenangannya untuk mengalihkan pengadaan tanah ke milik pribadinya," kata Chaerul Amir, Rabu (10/10).

Chaerul Amir juga menyebutkan pengadaan tanah untuk pembangunan komplek perumahan guru di Kecamatan Sukakarya seluas 9 hektar dan rumah dinas guru di Blang Tunong, Kecamatan Sukajaya, luas tanah 664 meter persegi sudah direncanakan sejak proses perencanaannya dan pembahasan anggaran di DPRK Sabang. Saat itu ZA masih sebagai anggota dewan setempat.

"Saat pembahasan pagu anggaran untuk pengadaan tanah sebesar Rp 1,6 milliar, saat itu ZA masih menjadi anggota DPRK Sabang," sebutnya.

Saat menjabat Wali Kota Sabang, kata Caerul Amir, ZA mengeluarkan keputusan penempatan lokasi sebagai dasar pembebasan tanah oleh Dinas Pendidikan kota Sabang untuk pembangunan rumah guru.

Berdasarkan fakta dari harga tanah, kata Chaerul Amir, telah terjadi pengelembungan harga. Alokasi anggaran pembebasan tanah yang dianggarkan Dinas Pendidikan Kota Sabang sebesar Rp 120 ribu/meter. Namun ZA dan pemilik tanah lainnya menawarkan harga Rp250 ribu/meter.

"Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) atau harga rata-rata dari transaksi jual beli tanah di dua lokasi kurang dari Rp50 ribu/meter. Namun, pada rapat negosiasi harga, ditetapkan harga Rp170 ribu/meter. Harga itu sangat jauh dari NJOP sehingga ini menguntungkan orang lain dalam hal ini pemilik tanah," sebut Chaerul Amir.

Atas dasar kesepakatan itu, uang senilai Rp 1,4 milliar ditransfer ke rekening ZA pemilik tanah seluas 9 hektar.

"Uang itu ditransfer ke rekening ZA setelah dipotong pajak Rp 76 juta," ujarnya.

Berdasarkan penyidikan, telah terjadi pengelembungan harga sehingga menimbulkan kerugian negara.

"Dalam kasus ini dua orang sudah ditetapkan tersangka yakni ZA, dan M selaku PPTK Dinas Pendidikan Sabang. Penyidik masih menelusuri keterlibatan pihak lainnya," ungkap Kajati Aceh.

HUT RI 74 - Pemkab Aceh Jaya
Idul Adha - Bank Aceh
Ubudiyah PMB 2019

Komentar

Loading...