Pengadaan Mesin Genset di Distamben Aceh Diduga Markup

Pengadaan Mesin Genset di Distamben Aceh Diduga <i>Markup</i>
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH – Paket pekerjaan pengadaan mesin pembangkit listrik tenaga diesel Kota Banda Aceh, di Dinas Pertambangan dan Energi Aceh (sekarang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral) diduga adanya penggelembungan harga atau mark up.

Dari dokumen yang diperoleh AJNN, untuk pekerjaan pengadaan genset dan panel kapasitas 60 kVA silent type, diduga adanya penggelembungan harga. Dalam kontrak disebutkan, harga genset 60 kVA sebesar Rp 285 juta.

Sedangkan hasil penelusuran AJNN, dengan spesifikasi yang sama yakni sebesar Rp 174 juta. Sehingga ada selisih harga sebesar Rp 111 juta.

Baca: Dugaaan Mark up di Dinas Pertambangan Aceh

Adapun total nilai kontrak pekerjaan tersebut yakni sebesar RP 444 juta Anggarannya bersumber dari Dokumen Pelaksana Anggaran SKPA tahun 2015. Tanggal kontrak mulai 11 Juni 2015 sampai 08 Oktober 2015.

Pekerjaan dalam proyek ini meliputi, pengadaan genset, pekerjaan grounding system, pekerjaan lain-lain, upah pekerja dan pekerjaan rumah genset.

Pelaksana pekerjaan ini yakni Muhammad Reza Sutria, Direktur PT Reza Sutria, yang beralamat di jalan Medan-Banda Aceh No 10, Keutapang, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara.

Sedangkan Kuasa Pengguna Anggara (KPA) yaitu Taufik ST., M.Si, selaku Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi Aceh.

Hingga berita ini diunggah, AJNN belum mendapatkan konfirmasi dari Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Aceh.

data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...