Unduh Aplikasi

Penderita Gangguan Jiwa di Banda Aceh Belum Masuk Daftar Pemilih

Penderita Gangguan Jiwa di Banda Aceh Belum Masuk Daftar Pemilih
Komisioner KIP Banda Aceh mengunjungi Rumah Sakit Jiwa. Foto: Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh belum bisa merekapitulasi jumlah penderita gangguan jiwa yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2019 mendatang.

Ketua KIP Banda Aceh, Indra Milwadi mengatakan sejauh ini pihaknya belum bisa melakukan pendataan DPT terhadap penderita gangguan jiwa di Banda Aceh, karena belum menerima data pasti atau surat keterangan dari dokter Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, siapa saja yang bisa melakukan pemilihan nantinya.

"Tapi mereka pasti akan kami masukkan dalam DPT nantinya," kata Indra Milwadi kepada wartawan usai melakukan pemantauan di RSJ Aceh, Kamis (6/12).

Indra menyebutkan, berdasarkan data yang diperoleh, terdapat 300 penderita gangguan jiwa yang sedang menjalani pengobatan di RSJ Aceh, dan 100 orang diantaranya berdomisili di Banda Aceh.

"Disini (RSJ Aceh) ada 300 lebih orang gangguan jiwa yang sedang dirawat, 100 diantaranya berdomisili di Banda Aceh," sebutnya.

Kata Indra, saat ini tim dokter belum bisa memberikan keterangan karena rumah sakit juga belum mendapatkan petunjuk teknis untuk penentuan pasien mana yang sudah bisa memilih dan belum dapat memberikan hak suaranya.

"Karena itu rumah sakit jiwa sudah meminta Kementerian Kesehatan untuk berkoordinasi dengan Kemenkumham agar mengeluarkan juknisnya (petunjuk teknis), dan kriterianya juga bagaimana," ujarnya.

Indra menyampaikan setelah pihak rumah sakit memberikan keterangan dan data pasien yang bisa memilih, maka KIP akan langsung melakukan verifikasi apakah ada yang sudah masuk DPT sebelumnya atau tidak.

"Kalau belum masuk nantinya akan dimasukkan," katanya.

Komentar

Loading...