Insentif PKB - BPKA 2019
Unduh Aplikasi

Pendaftar Kegiatan Rembuk Nasional dari Aceh Terus Bertambah

Pendaftar Kegiatan Rembuk Nasional dari Aceh Terus Bertambah
Ketua Kontingen Aceh, Alfaraby (tengah). Foto: Ist

BANDA ACEH - Peserta dari Aceh yang sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti acara rembuk nasional yang akan digelar di Monas, pada 7 Juli 2018, terus bertambah. Bahkan hingga kini, pendaftar yang sudah menyerahkan nomor registrasi mencapai 150 orang.

Ketua Kontingen Aceh Alfaraby mengatakan peserta yang akan ikut kegiatan tersebut kemungkinan besar bertambah. Pasalnya beberapa kab/kota belum menyerahkan nama-nama yang sudah mendaftar.

“Jadi setiap kab/kota ada koordinatornya, kemudian baru diserahkan ke saya selaku koordinator provinsi, kemungkinan peserta bertambah,” kata Alfaraby kepada AJNN, Kamis (29/6).

Ia menjelaskan pendaftaran akan akan ditutup pada tanggal 3 Juli 2018. Dan berangkat ke Jakarta pada 5-6 Juli.

“Pendaftaran melalui website http://www.aktivis98.com/pendaftaran/, kemudian pendaftar akan mendapatkan nomor registrasi yang dilaporkan kepada setiap koodinator di daerah masing-masing,” jelasnya.

Baca: Arie Maulana: Presiden Siap Deklarasikan 7 Juli Hari Bhinneka Tunggal Ika

Sementara itu, Ketua SC Rembuk Nasional Aktivis 98, Arie Maulana, mengatakan acara rembuk nasional akan berlangsung satu hari penuh di Monas, Jakarta. Presiden Jokowi akan menutup acara tersebut mendeklarasikan 7 Juli 2018 sebagai hari Bhinneka Tunggal Ika.

“Sampai hari ini Presiden akan hadir dalam acara tersebut, kami juga sudah menggelar pertemuan dengan Presiden beberapa hari lalu,” kata Arie Maulana.

Dalam kegiatan tersebut, akan ada rembuk bersama aktivis perwakilan setiap provinsi yang membahas terkait masalah intoleransi di Indonesia. Selain itu, juga ada panggung seni yang digelar di Monas.

“Presiden Jokowi kami undang diakhir untuk menutup acara tersebut sekaligus deklarasi hari Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Kegiatan tersebut, kata Arie, diinisiasi oleh aktivis 98, sementara yang menjadi panitia berasal dari linta genarasi, namun inisiatornya adalah aktivis 98.

“Target kami adalah pemerintah harus mempunyai program serius untuk mengatasi intoleran,” ujarnya.

Khanduri Laot
GANN

Komentar

Loading...