Unduh Aplikasi

Pencabul 15 Santri di Lhokseumawe Tetap Dijerat dengan Qanun Jinayat

Pencabul 15 Santri di Lhokseumawe Tetap Dijerat dengan Qanun Jinayat
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lhokseumawe sudah melimpahkan berkas perkara onum pimpinan dayah berinisial AI (45) dan guru ngaji MY (26) ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe.

Pelimpahan yang dilakukan sekitar sepekan yang lalu setelah merampungkan segala berkas, dan menyelesaikan pemeriksaan tersehadap sejumlah para saksi.

“Berkasnya sudah kami rampungkan dan sudah diserahkan ke Jaksa,” kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Indra T Herlambang kepada AJNN, Jumat (8/8).

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, M Ali Akbar melalui Kasi Pidana Umum, Fakhrillah mengatakan pihaknya sudah menerima berkas tersebut, namun hingga saat ini masih meneliti dan melihat persyaratan dan alat-alat buktinya apakah sudah layak atau belum untuk dilimpahkan ke pengadilan.

Baca: Alasan Polisi Terapkan Qanun dalam Kasus Pelecehan Seksual Terhadap 15 Santri

“Kalau memang nanti belum cukup bukti, ataupun masih ada kekurangan terhadap formil dan materil akan kita kasih petunjuk kepada penyidik untuk dipenuhi,” ungkap Fakhri.

Terkait pro dan kontra terhadap penetapan qanun dan Undang-undang Perlindungan anak, Fakhri mengaku Jaksa tetap mengacu pada qanun, karena qanun sudah berlaku di Aceh dan mempunyai kekhususan menerapkan hukum jinayat.

“Maka dalam hal ini kami kembali kepada qanun dan KUHP sudah mengatur, jika ada hukum khusus yang berlaku, maka hukum khusus itulah yang kami terapkan,” pungkasnya.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...