Unduh Aplikasi

PRO KONTRA LARANGAN NONMUHRIM NGOPI SATU MEJA

Pemkab Bireun Dinilai Tak Bersahabat dengan Pengusaha Menengah ke Bawah

Pemkab Bireun Dinilai Tak Bersahabat dengan Pengusaha Menengah ke Bawah
Imbauan Pemkab Bireun. Foto: Ist

BIREUN - Pengusaha kafe di Kabupaten Bireun menilai kebijakan bupati setempat tidak mencerminkan persahabatan dengan pelaku usaha menengah ke bawah dengan mengeluarkannya surat imbauan tentang larangan laki-laki dan perempuan dilarang ngopi/minum semeja yang bukan mahramnya.

“Kami pemilik usaha ini jangan menjadi korban kebijakan pemerintah, jangan sampai pelaku usaha ini enggan dengan kebijakan itu. Karena imbauan itu prospeknya kepada pemilik warung kopi dan kafe, atau warung nasi saja,” kata pemilik usaha kafe di Kabupaten Bireun, juga aktifis di GNPK-RI, Abdul Manaf Isda, kepada AJNN, Kamis (6/9).

Menurutnya kalau memang Pemerintah Bireun ingin menegakkan Syariat Islam, harus konsisten, akan lebih baik dibenahkan dulu di intansi pemerintah. Karena kalau berbicara masalah islamiah, bukan hanya berbicara aurat dan paha wanita saja.

Baca: Tokoh Agama: Imbauan Larangan Ngopi Satu Meja Harus Ditinjau Ulang

“Kalau masalahah islamiah bukan hanya berbicara aurat dan paha wanita saja, pemberantasan korupsi, suap, manipolitik dan masih banyak ranah lain yang harus dituntaskan juga,” tegasnya.

Kalau menyangkut dengan masalah kebijakan, kata Abdul Manaf, itu ibaratnya semacam tumpul ke atas tajam ke bawah, yang dirasakan oleh pelaku masyarakat ekonomi menengah ke bawah bukan menegah ke atas. Seperti saat ini Syariat Islam diberlakukan kepada kalangan masyarakat menengah ke bawah.

“Pemerintah Bireun perlu meninjau ulang kembali, perlu buat intruksi publik, apakah sudah siap dan komitmen dan sikap yang tegas dalam menegakkan Syariat Islam di Bireun. Karena kalau membuat penegakkan syariat harus kaffah,” imbuhnya.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...