Unduh Aplikasi

Pemerintah Kabupaten Harus Perhatikan Daerah Pedalaman

Pemerintah Kabupaten Harus Perhatikan Daerah Pedalaman
Areal persawahan baru di Simpang Tiga Langkahan, Aceh Utara. Perlu bantuan traktor dan pengairan. Foto: istimewa.

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara diminta untuk lebih peka terhadap kepentingan masyarakat yang menetap di daerah pedalaman. Saat ini, mereka membutuhkan banyak perhatian untuk menjadi lebih berdaya.

“Saat ini, pembangunan lebih terfokus di daerah-daerah yang mudah diakses dari ibu kota kabupaten. Sementara di daerah-daerah pedalaman tidak. Seharusnya pembangunan itu dibuat merata karena seluruh masyarakat berhak atas akses yang sama terhadap kue pembangunan,” kata Yuchandra, pemerhati sosial di Aceh Utara, Senin (31/12).

Satu di antaranya adalah persoalan lapangan pekerjaan. Di daerah Cot Girek dan sekitarnya, kata Yuchandra, banyak anak muda yang mengeluh karena tidak bekerja. Mereka juga minim keterampilan sehingga sulit diterima di perusahaan-perusahaan besar.

Keberadaan proyek-proyek besar di daerah itu, seperti Exxon Mobile dan PT Perkebunan Nusantara 1, tak banyak memberikan manfaat. Padahal, seharusnya, keberadaan perusahaan-perusahaan itu bisa membantu memberdayakan perekonomian masyarakat.

Pemerintah seharusnya memastikan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dikelola secara transparan. Dana ini dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan anak-anak muda di daerah itu agar siap menghadapi dunia kerja yang ditawarkan perusahaan-perusahaan.

“Anak-anak muda ini harus diberikan akses, mendapatkan pengetahuan untuk bekerja atau mengembangkan usaha, sehingga mereka tidak sekadar menonton. Mereka juga berhak, hanya saja perlu kebijaksanaan dari pemerintah dan perusahaan yang beroperasi di daerah itu agar mereka siap,” kata Yuchandra.

Yuchandra juga mengkritik sikap pemerintah yang mengabaikan kelayakan Jalan Line Pipa. Jalan ini terbentang dari Aceh Utara ke Aceh Timur. Jalan ini digunakan oleh Exxon, PTPN, dan masyarakat juga bergantung pada jalan ini beraktivitas.

Sayang, kondisi jalan ini rusak berat. Hanya kendaraan beroda besar yang bisa melintasi jalan itu. Banyak masyarakat yang terluka akibat kecelakaan karena terperosok dalam lubang di jalan itu. Di saat panas, jalan itu penuh debu. Sebaliknya, saat hujan, jalan itu berubah jadi kubangan lumpur.

Pemerintah kabupaten, kata Yuchandra, juga tak mampu mendorong pemanfaatan lahan pertanian menjadi lebih produktif. Dinas-dinas banyak membantu, namun tidak ada program pemberdayaan. Tidak didampingi sehingga bantuan-bantuan itu menguap.

“Bahkan saya pernah menemukan sebuah truk berisi sayuran yang akan dijual di Tanah Merah. Sayuran itu berasal dari Berastagi (Tanah Karo, Sumatera Utara). Inikan ironi. Padahal daerah itu memiliki lahan luas yang subur,” kata Yuchandra.

Pemerintah kabupaten, lewat dinas terkait, dapat membantu masyarakat untuk mengelola lahan sehingga menjadi lebih produktif. Mulai dari penanaman hingga distribusi. Di sektor pertanian, misalnya, seharusnya dilakukan pertanian intensif sehingga produksi sayur-sayuran bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Cot Girek dan luar daerah.

Komentar

Loading...