Unduh Aplikasi

Pemerintah Diminta Data Kembali Korban Konflik Aceh Yang Tak Punya Buku Nikah

Pemerintah Diminta Data Kembali Korban Konflik Aceh Yang Tak Punya Buku Nikah
Sejumlah siswa sekolah memerhatikan materi saat launching perdana buku “Melawan Takdir Kelam” di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Sejumlah warga korban konflik Aceh di Kabupaten Aceh Utara meminta pemerintah kabupaten setempat supaya mendata kembali masyarakat yang belum memiliki buku nikah. Karena mereka mengaku selama ini bukan tidak membuat tetapi tidak tahu harus mengaduk kemana.

“Kita sangat berharap pemerintah mendata kembali korban konflik dan tsunami yang tidak memiliki buku nikah. Karena itu sangat penting untuk mereka dan masa depan anak-anak mereka, apalagi di era yang serba mengedepankan buku nikah,” kata warga di Kecamatan Samudera, Wahyuni (41) kepada AJNN.

Sambungnya, selama ini masyarakat korban konflik bukan tidak mahu atau tidak memiliki uang untuk melakukan isbat nikah. Akan tetapi sebagian dari mereka tidak tahu harus mengadu kemana meskipun ada uang untuk melaksanakan kembali isbat nikah.

Sementara itu, Teuku Kemal Fasya selaku penulis buku “Melawan Takdir Kelam” mengatakan, pihaknya sengaja mengeluarkan sebuah buku dengan judul tersebut karena korban konflik Aceh dan korban tsunami banyak yang kehilangan dokumennya salah satunya buku nikah.

“Isi dari buku ini merupakan sebuah praktek isbat nikah, kita membuat judul lebih umum agar menjadi bacaan bagi daerah lain, karena hal tersebut juga terjadi di daerah lain bukan hanya di Aceh saja,” kata Kemal saat kegiatan Launchong buku tersebut di Harus Square, Lhokseumawe, Rabu (8/8).

Kemal menambahkan, selama ini ketika mereka (korban konflik) ingin mendapatkan hak-hak administrasi kependudukan sering terkendala. Terutaman disaat anak-anak yang ingin masuk sekolah, membuat kartu pintar, namun dia tidak bisa dapat, ketika tidak ada akta lahir dan kartu keluarga, dan surat keterangan itu baru bisa di keluarkan jika ada buku nikah

“Ini suatu masalah yang jarang dilihat, padahak sesuatu yang sangat penting, dan menjadi masalah. Kalau ini tidak diselesaikan akan menjadi problem lagi di masa mendatang,” ungkap Kemal.

Sambungnya, di Aceh buku nikah itu sangat penting, ketika tidak memiliki administrasi pendudukan, maka masyarakat akan semakin miskin karena banyak hak sosial yang tidak terpenuhi. Padahal kalau pemerintah mahu menyelesaikan, hanya dalam dua tahun saja masalah ini selesai

“Harapan kita adalah, semoga pemerintah segera mengksekusi isbat nikah tersebut, jangan ngomongnya saja yang besar, jika hal ini bisa diselesaikan itu bisa menjadi sejarah yang sangat penting terutama Aceh Utara, yang terkenal dengan divisit anggaran dan kemiskinan,” pungkas Kemal.

Foto : 

Komentar

Loading...