Unduh Aplikasi

Pemerintah Aceh Kembali Pulangkan Jenazah TKI Asal Aceh Utara

Pemerintah Aceh Kembali Pulangkan Jenazah TKI Asal Aceh Utara
Alhudri mengurus peti jenazah TKI asal Aceh Utara yang tiba di Bandara SIM dari Malaysia. Foto: Fauzul Husni

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh kembali memulangkan jenazah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berasal dari Dusun Blang Rimeh, Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, bernama Muzakir (30).

Muzakir meninggal dunia setelah mencoba kabur dari kejaran Kepolisian Malaysia ketika hendak masuk ke negara tersebut melalui jalur laut, menggunakan kapal mesin.

Kejadian terjadi pada 4 April 2018. Muzakir bersama beberap WNI lainya datang ke Malaysia melalui jalur belakang (illegal).

Ketika memasuki laut Malaysia di tepi Muara Parit Sungai Cina, Melaka, polisi Malaysia mendapati keberadaan para pencari kerja ini dan berusaha mengejar. Karena ketakutan, beberapa WNI melarikan diri dengan cara loncat kelaut. Termasuk Muzakir yang ikut meloncat ke laut, namun nyawanya tak tertolong setelah tenggelam di laut.

Informasi meninggalnya warga Aceh tersebut sampai juga ke telinga Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. Selanjutnya atas perintah pimpinan, Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri yang merupakan dinas teknis langsung melakukan koordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia, untuk memulangkan jenazah satu orang anak itu.

"Saya menerima perintah dari gubernur dan wakil gubernur kemudian langsung berkoordinasi untuk memulangkan jenazah warga Aceh itu, dan Allhamdulillah jenzah sudah berhasil kami pulangkan," kata Alhudri disela-sela menunggu kedatangan jenazah di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Sabtu (14/4) malam.

Alhudri menyerahkan secara simbolis jenazah TKI asal Aceh Utara kepada keluarga korban di Bandara SIM. Foto: Fauzul Husni

Alhudri mengungkapkan jenazah diterbangkan dari Malaysia menggunakan maskapai Pesawat Garuda Indonesia, dan tiba di Aceh sekitar pukul 21.00 WIB. Selanjutnya jenazah akan diantar langsung ke rumah duka.

"Seluruh biaya ditanggung Pemerintah Aceh, malam ini jenazah langsung kami antar ke rumah duka," kata Alhudri yang didampingi Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Dinas Sosial Aceh, Rohaya Hanum.

Untuk itu, kata Alhudri, Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah menyampaikan duka yang paling dalam atas meninggalnya warga Aceh di Malaysia. Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah menghadapi cobaan ini.

"Informasi yang kami terima Almarhum meninggalkan satu orang istri dan satu orang anak yang masih berumur 5 tahun," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang kerabat korban mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh khususnya Kadis Sosial Aceh yang mau turun tangan untuk memulangkan jenazah keluarganya ke Aceh.

"Terima kasih. Saya bangga dengan sosok Kadis Sosial Aceh, jarang-jarang ada kadis yang mau turun sampai ke lapangan dan menunggu kedatangan jenazah," kata kerabat korban tersebut.

Ibadah Haji 1439H

Komentar

Loading...