Unduh Aplikasi

Pemerintah Aceh Diminta Tambah Kapal Cepat untuk Penyeberangan Pulau Banyak

Pemerintah Aceh Diminta Tambah Kapal Cepat untuk Penyeberangan Pulau Banyak
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Anggota Komisi IV DPRA Hendri Yono meminta kepada Pemerintah Aceh untuk menambahkan kapal cepat dan jadwal penyeberangan tujuan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil.

Hendri Yono mengatakan, berdasarkan laporan dari masyarakat Singkil dan Pulau Banyak, saat ini kunjungan turis mancanegara dan domestik ke daerah Pulau Banyak Aceh Singkil terus meningkat. Namun wisatawan masih terkendala dengan terbatasnya kapal angkutan yang menuju Pulau Banyak.

Menurutnya, kondisi itu menjadi kabar baik bagi dunia wisata di Aceh, artinya Pulau Banyak di Aceh Singkil sudah dikenal orang dan menjadi pilihan tujuan wisatawan. Dengan meningkatnya wisatawan ini maka bisa dipastikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga bakal meningkat.

"Untuk itu, Pemerintah Aceh maupun Pemkab Aceh Singkil harus memprioritaskan tambahan alat transportasi penyeberangan, toh hasilnya juga untuk peningkatan PAD dan peningkatan perekonomian warga setempat," kata Hendri Yono, Kamis (13/9).

Hendri menyampaikan, kapal yang ada saat ini adalah kapal kayu milik masyarakat dan daya angjutnya terbatas, sedangkan kapal motor penyeberangan (KMP) milik Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) hanya mengunjungi Pulau Banyak dua kali dalam sepekan.

"Pemerintah Aceh harus menambah kapal cepat sehingga jadwal penyeberangan bisa lebih sekali kali dalam sehari," ujarnya.

Kata Hendri, keluhan masyarakat saat ini adalah wisatawan atau pelancong banyak yang kecewa karena susah mencari kapal untuk menyeberang ke Pulau Banyak. Mereka harus menunggu kapal pada hari tertentu, itupun kapal yang digunakan merupakan kapal kayu milik nelayan setempat.

Selain masalah transportasi, Pemerintah Aceh juga harus meningkatkan sarana dan prasarana penginapan serta mushalla, selama ini pengunjung terus meningkat apalagi dihari libur panjang, banyak wisatawan yang tidak mendapatkan kamar penginapan, ketika mereka ingin kembali sorenya kapal penyeberangan tidak ada.

"Ini harus menjadi masukan untuk Pemerintah Aceh dan Pemkab setempat, agar tahun depan bisa terealisasi, pemerintah bisa melakukan pembinaan dan bantuan modal kepada masyarakat setempat untuk membangun tempat penginapan yang nantinya dikelola bersama oleh masyarakat, sehingga ekonomi masyarakat meningkat," pungkas Hendri Yono.

Komentar

Loading...