Hasanudin
Unduh Aplikasi

Pembelaan Perempuan Harus Menyeluruh

Pembelaan Perempuan Harus Menyeluruh
Muazzinah. Foto: Ist

BANDA ACEH - Salah seorang tokoh perempuan Bireun Muazzinah angkat bicara terkait munculnya dukungan terhadap pada perempuan yang ikut seleksi komisioner KIP.

Ia mengatakan ketika calon KIP Langsa, Aceh Utara dan Lhokseumawe gagal lulusnya kandidat perempuan, baru banyak suara pembelaan muncul dengan hasrat memenuhi kuota 30 persen dalam politik.

Namun, kata Muazzinah, dilema pembelaan terhadap perempuan yang terjadi bukan saja di Aceh adalah tidak secara menyeluruh, hanya sesuai kemauan donor untuk penuhi kouta, atau karena kolega bahkan saudara.

“Mekanisme kuota 30 persen juga jangan sampai menjadi ajang proses belas kasihan siapapun yang pada dasarnya situasi kondisi sosial politik belum sepenuhnya memungkinkan partisipasi perempuan,” kata Muazzinah, Senin (11/6).

Untuk itu, ia berharap semoga salah satu komisioner KIP Bireuen yang terpilih adalah perempuan.

“Semoga saja salah satu kandidat perempuan yang lulus Komisioner KIP,” ujarnya.

Sebelumnya, salah seorang ibu rumah tangga di Banda Aceh Arabiyani sempat mengirimkan surat terbuka kepada DPRK Kota Banda Aceh. Dalam surat itu, Arabiyani, mengucapkan terimakasih kepada kinerja dan integritas pansel yang berhasil memilih seorang perempuan masuk dalam 15 besar calon anggota KIP Banda Aceh. Adalah Destika Gilang Lestari, sebagaimana dituliskan dalam surat No: 03/TIMSEL-KIP/BNA/VI/2018 tentang Penetapan Kelulusan 15 Calon Anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh masa Jabatan 2018-2023.

Baca: Surat Terbuka untuk DPRK Kota Banda Aceh

Berita menggembirakan ini meruntuhkan pesimis saya, setelah dalam bulan ini, berturut-turut saya membaca surat penetapan anggota KIP untuk Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Utara yang minus perempuan. Mendapati nama Gilang diantara 14 calon anggota KIP Banda Aceh lainnya, sungguh membuat lega.

Surat terbuka tersebut ternyata mendapat tanggapan dari salah seorang anggota DPRK Banda Aceh Syarifah Munirah.

Ia mengaku salut terhadap Arabiyani yang terus memperjuangkan dan membela kaumnya, Destika Gilang Lestari, yang masuk sebagai salah satu calon Komisioner KIP Banda Aceh.

Menurutnya Destika Gilang Lestari mempunyai intelektualitas, kualitas dan kredibilitas yang baik untuk bisa mengemban tugas di KIP, sehingga sudah sepantasnya Destika terpilih menjadi salah satu diantara lima anggota KIP Banda Aceh.

Baca: Anggota DPRK Banda Aceh: Destika Gilang Layak Jadi Anggota KIP

“Jujur, saya mempunyai beban moral lebih dibanding anggota DPRK lainnya, karena kami sama-sama perempuan, dan bukan perempuan biasa, tapi perempuan yang mempunyai kapasitas dan lainnya,” kata Syarifah Munirah kepada AJNN, Minggu (10/6).

Sayangnya, dirinya berada di komisi B bukan komisi A yang bertugas untuk memilih anggota KIP. Sehingga tidak mempunyai kapasitas untuk memperjuangkan masalah tersebut.

“Pengalaman saya di DPRK, hanya saya sendiri perempuan, secara estetika dan pesan RUUPA harus ada keterwakilan perempuan dalam posisi tertentu,” ujarnya.

Adi Maros

Komentar

Loading...