Unduh Aplikasi

Pelatihan P3KL di Aceh Utara Amburadul

Pelatihan P3KL di Aceh Utara Amburadul
Sejumlah peserta P3KL melayangkan protes kepada panitia yang dinilai tidak siap melaksanakan acara. Foto: Ist

ACEH UTARA - Peserta Pembinaan Pemuda Pelopor Keamanan Lingkungan (P3KL) yang dilaksanakan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Aceh Utara berantankan. Pasalnya, selain materi yang disampaikan tidak jelas, skedul acarapun tidak ada.

Informasi yang dihimpun AJNN, kegiatan itu milik Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Aceh yang dilaksanakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Aceh Utara, menggunakan dana Otsus tahun 2018 dengan pagu Rp 1,1 miliar lebih

Sementara peserta yang mengikuti kegiatan P3KL berjumlah 852 orang atau sesuai jumlah gampong di Aceh Utara. Jadwal kegiatan itu sendiri mulai tanggal 27 hingga 28 November. Sementara pembagian tas, pakaian training, sepatu sport, dan sertifikat, diserahkan empat hari setelah acara yakni pada 3 Desember 2018. Selama kegiatan berlangsung peserta juga tidak diberikan penginapan.

Salah seorang peserta P3KL Azhar mengaku sangat kecewa atas agenda kegiatan itu yang tidak jelas. Apalagi skedul acara dan materi yang diberikan juga tidak mengarah, sehingga terkesan kegiatan itu hanya untuk penarikan anggaran semata.

“Ketika acara penyampaian materi, yang ada hanya pemateri saja di depan, sementara panitia dan koordinator acara satu orang pun tidak ada di depan,” kata Azhar saat dikonfirmasi AJNN, Kamis (6/12).

Lanjutnya lagi, acara itu menghabiskan anggaran miliaran rupiah, namun tidak ada hasil apapun. Padahal program tersebut sangat bagus, khususnya utuk para pemuda yang ada di Kabupaten Aceh Utara yang diketahui pengangguran sangat meningkat. Seharusnya mereka diberikan bimbingan dengan jelas dan baik.

“Kalau seperti ini mereka memberikan bimbingan, maka tidak heran kalau ke depan akan menjadi pemimpin yang tak bermoral karena sekarang yang diajarkan kepada mereka seperti ini,” ungkapnya.

Azhar mengungkapkan panitia berjanji akan memberikan transpor Rp 50 ribu dan uang saku Rp 50 ribu per hari/peserta yang dijanjikan dikirim ke rekening masing-masing, tapi sampai hari ini belum dikirim.

“Dalam hal ini, kami berharap pemerintah cobalah bepikir rasional, setiap program yang dijalankan harus mendidik dan harus ada incumbentnya, jangan hanya mementingkan diri sendiri saja dan menjadikan sebuah proyek,” ujarnya.

Komentar

Loading...