Unduh Aplikasi

Pelaku Perusakan Microphone Masjid di Aceh Barat Alami Gangguan Jiwa

Pelaku Perusakan Microphone Masjid di Aceh Barat Alami Gangguan Jiwa
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT - Pelaku perusakan microphone atau pengeras suara milik Masjid Nurul Arifin, Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, berinisia NS mengalami gangguan jiwa.

Hal tersebut diungkap Kepala Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalu Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Johan Pahlawan, Inspektur Polisi Satu, Budi Eka Putra kepada wartawan, Rabu (15/5).

Diketahuinya pelaku alami gangguan jiwa setelah dilakukan pemeriksaan oleh ahli psikolog Diah Pratiwi. Kondisi kejiwaan yang dialami tersangka termasuk dengan kecerdasan yang rendah.

"Subjek memiliki kondisi kejiwaannya dan dengan kercedasan rendah, hal ini membuatnya sulit menyesaikan diri. Subjek juga alami gaangguan kepribadian dan gangguan emosional," ungkap Budi.

Akibat dari gangguan emosional, kata dia membuat NS tidak dapat mengendalikan emosinya. Atas dasar itu, ahli psikolog merekomendasikan  pelaku dilakukan perawatan di rumah sakit jiwa.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan saksi, termasuk mantan guru dan orang tua angkat pelaku, saat ini memang dalam kondisi alama gangguan kejiwaan akibat ketergantungan dari kebiaasaannya yang selama ini yaitu ngelem.

Sedangkan dari keterangan tersangka, kata dia, aksi perusakan terhadap pengeras suara masjid dilakukan lantaran telinganya sakit saat mendengar suara pengeras suara saat dilakukannya tadarus oleh dua warga setempat.

"Dalam penangkapan tersangka, kamk mengamankan sejumlah barang bukti berupa miccrophone yang dirusak, sebilah parang, baju kaus yang digunakan pelaku, senter kepala dan sepasang sepatu boot," ungkapnya.

Festival Ramadhan Aceh 2019

Komentar

Loading...