Unduh Aplikasi

Pelaku Pembunuhan Istri dan Anak di Aceh Utara Ternyata Seorang Dukun

Pelaku Pembunuhan Istri dan Anak di Aceh Utara Ternyata Seorang Dukun
Barang-barang milik pelaku seperti foto-foto cewek, sesajen, dupa dan beberapa gelas berisikan air dengan berbagai warna serta sebatang dahan bambu kering. Foto: AJNN.Net/Safrizal

ACEH UTARA - Misteri pembunuhan sadis ibu dan dua anak di Gampong Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara kian terkuat. Fakta terbaru menyebutkan pelaku Aidil Ginting (40), selain berprofesi sebagai tukang bangunan, dia juga seorang dukun.

"Kami keluarga semua tahu pelaku selama ini melakukan persunggihan alias perdukunan di rumah korban," kata keluarga korban, Muzakir Zainal Abidin saat dijumpai di rumah duka, Senin (13/5) malam.

Muzakir Zainal menuturkan, kecurigaan perdukunan yang dilakukan pelaku di rumah korban Irawati Nurdin (35), selama ini semakin kuat. Dimana hal itu dibuktikan dengan ditemukannya sejumlah barang-barang milik pelaku seperti foto-foto cewek, sesajen, dupa dan beberapa gelas berisikan air dengan berbagai warna serta sebatang dahan bambu kering.

"Semua barang perdukunan milik pelaku kami temukan di lantai dua rumah korban, dan menurut keterangan salah seorang anak korban, barang tersebut milik ayah tiri yang membunuh kakak dan adiknya," ungkap Muzakir.

Selain itu, pihak keluarga korban pembunuhan secara tegas meminta pelaku dijerat dengan hukuman mati.

“Kami keluarga korban meminta agar pelaku dihukum mati sesuai dengan perbuataannya, karena manusia seperti tidak pantas hidup di muka bumi ini," sebut Muzakir dengan nada kesal saat itu.

Baca: Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Istri dan Anak di Aceh Utara

Dia menjelaskan sebelum kejadian korban dan pelaku sering bertengkar gara-gara harta, bahkan dirinya selaku ahli waris harta anak-anak korban pernah diancam jika tidak mau menanda tangani surat mengenai harta tersebut juga akan dibunuh.

“Sebulan lalu, saya pernah diancam akan dibunuh oleh pelaku. Saat itu pelaku melalui istrinya (korban) menyuruh saya menandatangani pengalihan harta tersebut, tapi saya tidak mau melakukannya, bahkan saya siap akan memperjuangkan harta anak yatim itu meskipun nyawa taruhannya,” terang Muzakkir, selaku adik dari Munzir Zainal Abidin suami pertama korban (Irawati).

Muzakkir mengungkapkan suami pertama korban (abangnya) membangun rumah tersebut buat anak-anaknya, bukan untuk dijual.

"Jika anak-anak tersebut butuh biaya, lebih baik mereka itu dibawa pulang ke saya saja, biar dia yang menanggung semua keperluaan mereka," ujarnya.

Sebelumnya, Muzakkir juga mengaku juga pernah meminta pihak kepala dusun untuk mengecek ada orang di rumah tersebut, setelah dia mendapat laporan, korban sudah menikah dengan pelaku tanpa ada restu serta sepengatahuannya.

"Saya minta kepada kepala dusun jika tidak jelas orang tersebut diusir saja, karena dia tidak berhak tinggal di rumah tersebut, karena itu rumah anak-anak. Nah, pada saat itu pihak kepala dusun menjumpai pelaku, saat dimintai surat nikah tidak ada, hanya mengatakan pelaku sudah menikah di Medan," pungkasnya.

Festival Ramadhan Aceh 2019

Komentar

Loading...