Unduh Aplikasi

Pedagang Layang-Layang di Lhokseumawe Raup Omset Hingga 300 Ribu Per Hari

Pedagang Layang-Layang di Lhokseumawe Raup Omset Hingga 300 Ribu Per Hari
Pedagang layang-layang di Kota Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE – Pedagang layang-layang musiman berjajaran di sepanjang pinggir jalan Medan-Banda Aceh tepatnya di kawasan Gampong Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Pedagang tersebut mengaku dalam sehari mampu memperoleh omset sebesar Rp 200 ribu hingga Rp300 ribu per hari.

Salah seorang pedagang layang-layang, Sulaiman mengatakan, menjual layang-layang merupakan salah satu pekerjaannya untuk memenuhi ekonomi keluarga. Layang-layang tersebut dijual setiap tahunnya ketika musim tiba, dimulai dari Januari hingga bulan Ramadan (puasa) tiba.

“Untuk harga layang-layang sendiri bervariasi tergantung ukuran dan jenisnya. Harganya mulai dari Rp15 ribu hingga Rp70 ribu per layang-layang,” katanya kepada AJNN, Sabtu (2/2).

Sambungnya lagi, dalam sehari layang-layang tersebut bisa terjual 15 hingga 20 buah.

Sulaiman juga mengaku, kalau layang-layang yang dijualnya tersebut merupakan hasil karya dan buatan tangannya sendiri, lalu kemudian digantung berjejeran di sepanjang pinggir jalan Medan-Banda Aceh untuk menarik daya pikat pembeli.

“Untuk pembeli sendiri bukan hanya dari Lhokseumawe, akan tetapi juga dari seluruh Aceh. Karena setiap pengendara yang melintasi kawasan ini pasti akan berhenti untuk membelinya,” jelas Sulaiman.

Sulaiman juga menyebutkan, layang-layang yang dijual tersebut anti basah karena terbuat dari bahan baku anti air. Jadi kalau terkena hujan tidak akan robek.

Komentar

Loading...