Unduh Aplikasi

Pasien RSUD Teuku Umar Diduga Korban Malpraktik

Pasien RSUD Teuku Umar Diduga Korban Malpraktik
Gedung RSUD Teuku Umar, ACeh Jaya. Foto: Ist

ACEH JAYA - Mustafa Samsuddin (56), warga Desa Kuta Tuha, Kecamatan Panga, Aceh Jaya, diduga menjadi korban malpraktik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teuku Umar.

Mustafa dirawat di ruang inap Kelas 3 RSUD Teuku Umar, sejak 27 Februari 2019 lalu. Ia dirawat mengalami penurunan berat badan dan sulit bergerak seperti orang lumpuh, serta terkena Diabetes Melitus (DM), sehingga petugas medis menyarankan untuk dirawat inap.

"Setelah dilakukan pemeriksaan di IGD, petugas medis menyatakan kalau ayah saya terkena Diabetes Melitus (DM)," kata Munawar (28), anak kandung Mustafa, Selasa (12/3).

Munawar mengungkapkan setelah dua hari menjalani rawat inap, ayahnya mengalami demam tinggi hingga tidak sadarkan diri. Bahkan tangan kanan yang dipasang infus mulai membengkak, sehingga harus dipindahkan ke ruang ICU.

"Kami panik melihat kondisi orang tua kami yang semakin hari semakin buruk keadaanya, apalagi dokter menganjurkan tangan ayah saya harus dioperasi," ujar Munawar.

Ia menduga pihak medis rumah sakit sudah lalai dalam memberikan pelayanan kesehatan dan diduga sudah melakukan malpraktik hingga berujung ayahnya tidak sadarkan diri.

"Akhirnya ayah saya harus menjalani operasi ditangan kanannya," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Teuku Umar dr. Eka Rahmayuli membantah tudingan adanya malpraktek itu.

"Tidak benar adanya malpraktek, kami sudah bekerja sesuai SOP," kata dr. Eka.

Ia juga menjelaskan jika pasien tersebut mengalami penyakit Diabetes Melitus (DM) dengan kadar gulanya sudah mencapai 500 Mg, sehingga keadaan seperti ini sudah sangat membahayakan kondisi pasien dan besar kemungkinan akan terjadi komplikasi.

"Tangan pasien yang bengkak itu akibat komplikasi pemasangan infus karena pasien mengalami DM yang kadar gulanya tinggi," ujarnya.

Sedangkan anjuran untuk dioperasi itu, kata dr Eka, karena akan dilakukan pembersihan luka ditangan pasien yang harus dilakukan di ruang operasi sesuai SOP yang berlaku.

"Untuk membersihkan luka apalagi luka DM harus dilakukan di ruangan yang steril (ruang operasi) dan tidak bisa dilakukan di ruang biasa karena akan membahayakan dirinya dan pasien lain," jelasnya.

Komentar

Loading...