Unduh Aplikasi

Pasca Pembakaran Polsek di Tamiang, Sembilan Warga Ditetapkan Jadi Tersangka

Pasca Pembakaran Polsek di Tamiang, Sembilan Warga Ditetapkan Jadi Tersangka
Kondisi Polsek Bendahara di Aceh Tamiang yang dibakar massa. Foto: Asrul

ACEH TAMIANG - Pasca pengrusakan hingga berujung pembakaran Mapolsek Bendahara, Aceh Tamiang yang terjadi pada Selasa (23/10) lalu, sebanyak sembilan warga Aceh Tamiang ditetapkan sebagai tersangka.

"Hasil olah TKP dan indentifikasi terhadap pengrusakan dan pembakaran fasilitas Polsek Bendahara, sembilan orang jadi tersangka," kata Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian SIK didampingi Kabag Ops AKP Sukirno, Rabu (7/11).

Baca: Kronologi Kantor Polsek Bendahara Dibakar

Kata Kapolres, sembilan orang yang ditetapkan tersangka tersebut merupakan dari 15 warga yang dipanggil untuk menjadi saksi pasca pembakaran Mapolsek Bendahara. 15 warga tersebut dipanggil karena teridentifikasi sebagai pelaku pembakaran Mapolsek yang bereda di video.

Adapun sembilan warga yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, JI (38) warga Kampung Matang Seping, AN (38) warga Kampung Telaga Meuku, IN (35) warga Kampung Telaga Meuku, RI (30) warga Kampung Alur Nunang, IN (35) warga Kampung Matang Seping, SL (46) warga Kampung Tanjung Keramat, ZI (32) warga Kampung Tanjung Keramat, MD (26) warga Tanjung Keramat, Kecamatan Banda Mulia dan SL (46) warga Kampung Bandar Baru, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang.

Baca: Kapolda Aceh Perintah Usut Pembakar Polsek Bendahara

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolda Aceh memerintahkan anggotanya untuk mengusut aktor yang terlibat dalam aksi pembakaran Mapolsek Bendahara.

Kapolda menegaskan, tindakan pengrusakan dan pembakaran Mapolsek merupakan cara-cara yang tidak dibenarkan dan merupakan tindakan kriminal. Sebab berbagai permasalahan yang timbul harusnya diselesaikan dengan mekanisme hukum yang berlaku.

Komentar

Loading...