Unduh Aplikasi

Pasca Oknum Pimpinan Dayah Ditangkap, Orang Tua Santri Kerumuni Pos Pengaduan di AN

Pasca Oknum Pimpinan Dayah Ditangkap, Orang Tua Santri Kerumuni Pos Pengaduan di AN
Wali santri mendatangi pos pengaduan di Dayah AN Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE – Pasca-penangkapan oknum pimpinan daya di Lhokseumawe. Sejumlah orangtua santri mendatangi pos pengaduan di dayah tersebut, Kamis (11/7).

Kedatangan mereka, guna mempertanyakan kejelasan status santri yang baru mendaftarkan diri dan santri lainn khususnya mereka berdomisili di luar Kota Lhokseumawe.

Amatan AJNN, puluhan orangtua santri terlihat memadati pos pengaduan yang dibuka di dayah tersebut. Selain itu, di pos juga turut di awasi oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Lhokseumawe.

Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya melalui Kabag Humas, Muslem mengatakan Pemko Lhokseumawe membentuk tim investigasi atau pos pengaduan karena wali santri mendatangi dayah tersebut untuk menanyakan kejelasan terkait pendaftaran santri baru dan melanjutkan pendidikan anaknya di dayah itu.

Baca: Oknum Pimpinan Dayah dan Guru Ngaji Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 15 Santri

“Jadi pos ini kita bentuk supaya setiap wali santri yang bertanya hal itu bisa dijawab oleh tim investigasi sehingga tidak terjadi miskomunikasi dan kesimpangsiuran sehingga menyebabkan persoalan semakin besar,” kata Muslem, Kamis (11/7).

Dikabarkan sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lhokseumawe menangkap oknum pimpinan dayah berinisial AI (45) dan oknum guru ngaji MY (26) pelaku pelecehan seksual terhadap 15 orang santri di salah satu dayah ternama di Kota Lhokseumawe.

Dari 15 korban yang menjadi korban pelecehan seksual kedua pelaku hanya lima korban yang melaporkannya ke pihak Kepolisian yakni R(13), L (14), D(15), T (13), A (13). Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan mengatakan, 29 Juni 2019 lalu pihaknya menerima laporan dari salah satu keluarga korban, kemudian petugas mendatangi rumah korban langsung memintai keterangan dari orang tua dan korban sendiri.

“Jadi kasus ini sengaja kita gelar supaya masyarakat tau dan pemerntah juga mengetahui atas kejadian yang menimpa santri-santri ini, sehingga setelah kita tangkap dua pelaku ini bisa menjadi pembelajaran untuk orang lain,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim Indra T Herlambang dan Kanit PPA Ipda Lilisma Suryani saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Kamis (11/7).

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...